PosKupang/

Jurnalisme Warga

Fasilitas Tidak Memadai, Pedagang Ikan di Sumba Barat Daya Menolak Pindah ke Oba Komi

Pemindahan pedagang ke lokasi baru di Omba Komi, Desa Pogo Tena, Kecamatan Loura, tidak ditunjang oleh fasilitas yang memadai.

Fasilitas Tidak Memadai, Pedagang Ikan di Sumba Barat Daya Menolak Pindah ke Oba Komi
Jurnalisme Warga/Bene Dalupe
Ibu-ibu penjual ikan tengah berdialog dengan Pol PP untuk direlokasi. 

Laporan Bene Dalupe, Warga Tambolaka, SBD

POS KUPANG. COM, TAMBOLAKA - Relokasi pasar Radamata di Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang dilakukan pemerintah, Sabtu (24/6/2017), menyisakan persoalan bagi pedagang.

Pemindahan pedagang ke lokasi baru di Omba Komi, Desa Pogo Tena, Kecamatan Loura, tidak ditunjang oleh fasilitas yang memadai.

Sejak relokasi hingga saat ini belum ada penerangan, air bersih dan WC umum yang bisa digunakan.

Selain itu, belum tersedia transportasi umum yang terjangkau yang memudahkan pedagang dari lokasi yang jauh.

Belum Mau Pindah

Kondisi tersebut membuat 42 orang  pedagang Ikan mentah yang merupakan warga Weekelo, Desa Radamata menolak untuk berjualan di Pasar Oba Komi.

Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan lahan salah satu warga di Jalan Weekelo untuk berjualan Ikan.

Selain mengeluhkan lokasi pasar yang jauh Ibu Siti Fatma salah pedagang Ikan mentah yang ditemui di Lokasi berjualan di Jalan Wekelo (1/7/2017) juga  mengeluhkan soal keamanan dan  praktek percaloan yang terjadi di Pasar Oba Komi.

“Perlengkapan dan fasilitas pasar belum lengkap, jadi kami belum bisa pindah dan masih bertahan di sini, keamanan juga belum ada. Kami pun sering dihantui dengan ancaman kalau kami tidak bayar sama calonya. Dalam satu kapling itu 500 ribu hingga 750 ribu bersama bale-bale-nya. Jadi kami bertahan dan belum pindah ke sana," kata Siti Fatima.

Daniel Bata, Komandan Pol PP SBD, ketika dimintai komentarnya via media sosial (1/7/2017) terkait pengeluhan masyarakat soal adanya praktek percaloan membantah hal tersebut.

“Jadi pernyataan bilang ada calo saya harap pak mereka jangan ngarang cerita, jika tidak dibuktikan," tulis Dan Bata.

Kondisi Pasar Oba Komi yang sudah sepi pada sore hari.
Kondisi Pasar Oba Komi yang sudah sepi pada sore hari. (Jurnalisme Warga/Bene Dalupe)

Kepala desa Radamata, Mikael Lede Bili, yang ditemui di lokasi para pedagang ikan  (1/7/2017) menyatakan bahwa sebagai pemerintah ia sudah juga mengarahkan masyarakat (pedagang ikan mentah) untuk berjualan di pasar Oba Komi, namun sebagai pimpinan masyarakat setempat juga merasa prihatin dengan pengeluhan masyakat akan kondisi pasar dengan fasilitas yang tidak memadai.

“Saya selaku kepala desa, merasa kasihan dengan ini, saya sendiri sudah mengarahkan masyarakat (pedagang ikan mentah) namun masyarakat tetap bertahan dengan pengeluhan mereka, sehingga kalau bapak bupati berkenan bisa berdialog dan mendengar pengeluhan mereka," tutup Mikael. (*)

Editor: agustinus_sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help