VIDEO

VIDEO: Pegawai di SoE Jangan Kerja Bersungut Sungut

Pegawai negeri dan karyawan swasta di SoE Kabupaten TTS, hendaknya bisa menjalankan pekerjaan tanpa bersungut.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE -  Pegawai Negeri Sipil dan karyawan swasta di SoE Kabupaten TTS, hendaknya bisa menjalankan pekerjaan dan menghasilkan karya dengan baik. Dan harus berkorban dengan tulus dan tetap menyertakan Tuhan dalam setiap tugasnya.

Rm. Arky Manek, Pr, mengatakan hal itu dalam kotbahnya pada misa kedua di Gereja St Maria Mater Dolorosa, SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Minggu (2/7/2017) pagi.

"Harus ada pengorbanan dan terus andalkan Tuhan dalam bekerja dan berkarya. Menerima semua tugas dan pekerjaan yang diberikan tanpa bersungut-sungut. Hal itu semua menandakan kesetiaan kita dalam memikul salib. Perawat melayani pasien dengan sungguh-sungguh di rumah sakit, pegawai di kantor pemerintahan melayani masyarakat dengan iklas. Guru mengajar murid dengan baik dan profesional. Semua kita harus bisa melayani sesama dengan maksimal. Jangan melayani hanya untuk menunggu gaji di awal bulan," pesan Rm. Arky.

Rm. Arky berharap agar umat bisa bekerja dalam iman dan terus berinovasi.

"Ayo keluar dari zona aman dan jangan bekerja hanya untuk mencari materi," pesan Rm. Arky.

Rm. Arky juga berharap agar umat bisa menghadirkan Tuhan dalam hidup berkeluarga. Dan harus saling mengasihi dengan tulus.

"Ada istri yang sayang dengan suaminya hanya pada tanggal 1 sampai 7 setiap bulannya.  Setelah tanggal 20-an keatas sudah terjadi bencana dalam keluarga. Ada juga anak yang bermain dengan temannya lalu melihat temannya ke kios membeli makanan ringan lalu dia cepat-cepat pulang dan mencium mamanya sambil mengatakan, mama kasih be (beta) U (uang) do (dulu). Itu adalah ciumam  Judas pada orangtua," kata Rm. Arky.

Menurut Rm. Arky, seringkali seseorang mencintai orang lain hanya karena kepentingan diri dan ada tujuan tertentu dan bukan karena cinta yang tulus.

"Padahal harusnya kita mencintai dan menyayangi seseorang itu dengan tulus. Mencintai sesama dan Tuhan dengan tulus dan harus ada pengorbanan. Karena tidak ada cinta sejati tanpa pengorbanan, tanpa luka. Luka itu memberikan keselamatan dan rahmat. Maka mari jadikan Tuhan sebagai prioritas dalam mengasihi sesama. Sehingga ukuran yang kita pakai untuk sesama adalah ukuran bagi Tuhan," pesan Rm. Arky.

Rm. Arky mengatakan, cinta tulus dalam keluarga dengan pengorbanan itu nampak secara jelas. "Seperti seorang bapak berkorban bekerja keras untuk membiayai keluarganya dan seorang ibu yang harus bangun pagi hari untuk memasak makanan bagi anggota keluarga," kata Rm. Arky. (*)

 
 

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved