PosKupang/

Jurnalisme Warga

Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang Gelar Pengobatan Gratis di Belu

"Ada beberapa kegiatan hari ini, yaitu pemeriksaan kesehatan bagi warga, pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan dan bakti sosial," ujar Ximenes.

Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang Gelar Pengobatan Gratis di Belu
Jurnalisme Warga/Gordi Donofan
Warga sedang mengikuti pengukuran tekanan darah yang dilakukan oleh mahasiswa kesehatan Kota Kupang. 

Reportase Gordi Donofan

POS KUPANG. COM - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3) melaksanakan pengobatan gratis di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini digelar di halaman kantor Desa Kenebibi, Jumat (30/6/2017).

Ketua Panitia Kegiatan, Aris Ximenes, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari studi tour Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3) yang dilaksanakan sejak Selasa (27/6/2017) di Desa Kenebibi.

"Ada beberapa kegiatan hari ini, yaitu pemeriksaan kesehatan bagi warga, pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan dan bakti sosial," ujar Ximenes.

Ia menambahkan, ini bertujuan supaya masyarakat tetap sehat dan tidak sakit. Kami lebih banyak mensosialisasikan tentang bahaya berbagai penyakit.

"Kami ada mensosialisasikan bahaya penyakit TBC, HIV dan AIDS dan penyakit-penyakit lainnya," tambah Aris.

Cindy Anin, anggota JMK3, saat sosialisasi tentang bahaya TBC menjelaskan, penyakit TBC menyerang paru-paru, bukan penyakit keturunan ataupun penyakit guna-guna.

Beberapa warga sedang mendengar materi sosialisasi tentang kesehatan di Halaman Kantor Desa Kenebibi.
Beberapa warga sedang mendengar materi sosialisasi tentang kesehatan di Halaman Kantor Desa Kenebibi. (Jurnalisme Warga?Gordi Donofan)
Beberapa warga sedang mendengar materi sosialisasi tentang kesehatan di Halaman Kantor Desa Kenebibi.
Beberapa warga sedang mendengar materi sosialisasi tentang kesehatan di Halaman Kantor Desa Kenebibi. (Jurnalisme Warga/Gordi Donofan)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, mycrobacterium tubercolosis, yang ditularkan oleh dahak atau droplet ketika kita batuk atau bersin.

"Bakteri itu ada di udara dan dihirup oleh manusia masuk ke dalam tubuh tepatnya paru-paru atau sistem pernapasan sehingga bisa menyebabkan kematian," ujar Cyndi Anin.

Mahasiswa sedang melakukan sosialisasi kesehatan di Desa Kenebibi
Mahasiswa sedang melakukan sosialisasi kesehatan di Desa Kenebibi (Jurnalisme Warga/Gordi Donofan)

Ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan di fasilitas kesehatan terdekat.

"Kalau bapa mama mereka sering batuk selama kurang lebih 3 begitu, batuk berdahak berdarah, menggigil pada malam hari, badan lemah, nafsu makan kurang, berat badan menurun, segera lakukan pengobatan secara gratis di puskemas terdekat, supaya lebih cepat diatasi," ajak Cyndi. (*)

Editor: agustinus_sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help