PosKupang/
Home »

Sport

» Tinju

KETUA UMUM PB PERTINA BERKUNJUNG KE NTT

Brigjen Johni Asadoma Rindukan Penerusnya Tampil di Olimpiade

Johni Asadoma adalah mantan petinju yang pernah tampil di Olimpiade sehingga memiliki segudang pengalaman. Pengalaman Johni Asadoma bukan hanya pada

Brigjen Johni Asadoma Rindukan Penerusnya Tampil di Olimpiade
Ferry Ndoen
POS KUPANG/FERRY NDOEN TEKNIK- Ketua Umum PB Pertina, Brigjen Polisi Johni Asadoma saat memperagakan teknik bertinju yang benar di hadapan petinju yunior di Sasana Pertina NTT, Kamis (29/6/2017).

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Atlet tinju harus tampil percaya diri, berani dan terampil saat berada di atas ring. Menjadi seorang petinju harus memiliki skil yang tinggi untuk mengalahkan lawan.

SUASANA di Sasana Pertina NTT di kompleks olahraga Oepoi, Kota Kupang di Jalan WJ Lalamentik, tidak seperti biasanya. Hari Kamis (29/6/2017) pukul 16.00 Wita, atlet tinju PPLP dan atlet tinju PPLD NTT serius menjalani latihan di ring tinju Sasana Pertina NTT. Para petinju diasuh Pelatih Karel Muskanan dan Yanto Fallo.

Tanpa diduga, mereka kedatangan orang nomor satu di organisasi tinju Indonesia, Ketua Umum PB Pertina, Brigjen Polisi Drs. Johni Asadoma, M.Hum. Johni Asadoma, yang juga menjabat Kepala Biro Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri memantau aktivitas latihan petinju yunior NTT sekaligus memberi motivasi kepada para petinju yunior tersebut agar mereka bisa meraih prestasi gemilang di dunia tinju.

Johni Asadoma datangi lokasi latihan Sasana Pertina NTT didampingi Ketua Pengprov Pertina NTT, Semuel Haning, S.H, MH, Ketua Harian dan Sekretaris Pertina NTT, David Radja serta Drs. David Selan, MM.

Hadir beberapa pengurus dan pelatih tinju NTT, Max Oil, Chris Mboeik, Karel Muskanan, David Hari, Ali Arkiang, Elisabeth Haning, Godlief Ballo, Darmanto Kise, Jacob Haning, Ully Riwu Kaho, serta sejumlah mantan petinju senior era tahun 1980-an.

Johni Asadoma adalah mantan petinju yang pernah tampil di Olimpiade sehingga memiliki segudang pengalaman. Pengalaman Johni Asadoma bukan hanya pada level Indonesia, namun juga tingkat internasional.

Johni Asadoma hadir bukan hanya memberikan motivasi kepada petinju pemula, tapi ia langsung memperagakan dan mempraktikkan bagaimana teknik bertinju yang baik kepada para petinju yunior NTT.

"Pukulan yang baik harus tepat sasaran ke arah lawan. Kerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan saat memukul lawan. Petinju NTT harus tampil percaya diri, berani dan terampil saat berada di atas ring. Menjadi seorang petinju harus memiliki skill yang tinggi untuk mengalahkan lawan. Jika bertemu petinju yang pernah meraih juara harus punya tekad bahwa saya harus bisa mengalahkan sang juara. Jika lawan kita bisa meraih juara maka saya pun harus punya tekad bahwa saya harus lebih dari dia saat bertarung. Saya harus mampu mengalahkannya," pesan Johni.

Menurut Johni, dalam bertinju hanya tiga pukulan efektif yang dipakai memukul ke arah lawan, yakni pukulan straight, jab, pukulan hook serta long straight. "Saya berharap petinju yang ada di PPLP NTT dalam tiga atau lima tahun ke depan sudah harus tampil sebagai petinju berprestasi, bukan hanya di level nasional seperti PON, tapi juga sebagai petinju berprestasi di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade," kata Johni.

Ia minta petinju yunior NTT agar terus berlatih penuh disiplin agar bisa meraih prestasi karena keberhasilan untuk meraih juara tidak bisa datang instan, tapi harus melalui proses pelatihan dan perjuangan.

"Harus berdarah-darah untuk meraih prestasi. Latihan secara intensif, ikuti petunjuk pelatih. Setiap bangun pagi selalu rutin melakukan shadow boxing. Bahkan dilakukan pada setiap kesempatan. Ini harus bagian dari napas hidup seorang petinju. Rajin bermain tali skiping agar tubuh lebih ringan dan lincah," tegas Johni.

Ia mengatakan saat ini perhatian pemerintah terhadap para atlet berprestasi jauh lebih baik.

"Zaman kami dulu walau meraih juara, tidak dapat apa-apa. Saat ini bagi atlet NTT yang meraih medali emas di PON, Gubernur NTT bersama Ketua KONI NTT menyediakan bonus lumayan besar Rp 100 juta dan atlet mendapat rumah," kata Johni.

Nanti, jika petinju NTT bisa tampil bertanding hingga Olimpiade dan mendulang medali emas, demikian Johni, pemerintah menyediakan bonus uang Rp 5 miliar. Selain itu, lanjutnya, peraiah medali emas akan menerima uang tunjangan Rp 20 juta/bulan dan tunjangan ini akan diperoleh atlet peraih emas Olimpiade seumur hidup.

Ia berharap ke depan akan muncul banyak petinju brilian dari NTT sehingga tidak hanya mengharumkan nama NTT di mata nasional namun bisa mengharumkan Merah Putih di tingkat internasional, baik level SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade. "Berlatih tinju sambil tetap belajar. Jangan malas belajar, karena itu juga bekal untuk meraih masa depan," demikian Johni Asadoma. (ferry ndoen)

Ketua Umum PB Pertina Brigjen Polisi Johni Asadoma membagikan sejumlah baju kaus kepada atlet tinju PPLP NTT dan petinju yunior NTT usai memberikan motivasi kepada petinju yunior NTT di Sasana Tinju Pertina NTT, di kompleks olahraga Oepoi Kupang, Kamis (29/6/2017) sore.
Ketua Umum PB Pertina Brigjen Polisi Johni Asadoma membagikan sejumlah baju kaus kepada atlet tinju PPLP NTT dan petinju yunior NTT usai memberikan motivasi kepada petinju yunior NTT di Sasana Tinju Pertina NTT, di kompleks olahraga Oepoi Kupang, Kamis (29/6/2017) sore. (Ferry Ndoen)
Penulis: Ferry_Ndoen
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help