Konvenda VII Karismatik

Ramai-ramai Bawa Keluarga yang Sakit, KKR Penyembuhan di Gereja Assumpta Kupang Bikin Merinding

Konvensi Daerah VII Pembaruan Karismatik Katolik Provinsi Gerejawi Kupang di Gereja Sta. Maria Assumpta Rabu (28/6/2017),disemaraki KKR penyembuhan

Ramai-ramai Bawa Keluarga yang Sakit, KKR Penyembuhan di Gereja Assumpta Kupang Bikin Merinding
POS KUPANG/BENNY DASMAN
KEBAKTIAN ROHANI-Ribuan orang mengikuti KKR penyembuhan di Gereja Sta. Maria Assumpta, Kupang, Rabu (28/6/2017) malam. KKR ini sebagai bagian dari acara Konvenda VII Pembaruan Karismatik Katolik Provinsi Gerejawi Kupang. 

- Laporan Wartawan Pos Kupang, Benny Dasman

POS KUPANG.COM, KUPANG-Konvensi Daerah (Konvenda) VII Pembaruan Karismatik Katolik Provinsi Gerejawi Kupang di Gereja Sta. Maria Assumpta, Kupang, Rabu (28/6/2017) malam, disemaraki Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) kesembuhan dan mukjizat oleh PDKK Sta. Theresia Kefamenanu.

Di sela-sela KKR dipersembahkan misa kudus oleh Romo Kayetanus Un, Pr, didampingi enam imam konselebran.

Pantauan Pos Kupang, sejak pukul 17.00 wita, warga selain peserta Konvenda sudah memenuhi halaman Gereja Sta. Maria Assumpta untuk mengikuti KKR. Ada yang membawa anggota keluarganya sakit untuk didoakan agar mendapatkan kesembuhan.

Pukul 18.15 wita, KKR dibuka dengan pujian-pujian anggota PDKK Sta. Theresia Kefamenanu. Aneka lagu-lagu rohani dilantunkan membuat ribuan umat larut dalam kekhusukan.

Dari mimbar yang didekor dengan dominasi warna kuning itu, umat juga mendengarkan kesaksian Romo Paulus dari Kefamenanu tentang karismatik.

"Jangan pernah sungkan untuk bersaksi tentang Yesus. Gerakan karismatik ini didukung oleh gereja dan Bapak Suci. Semakin banyak orang yang berserah kepada Allah, semakin murni dan transparan pesan yang disampaikan," Romo Paulus bersuara lantang.

Kesaksian penyembuhan ilahi juga disampaikan Andreas Endhie Rahardja (Koordinator Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia/BPN-PKKI) menggantikan homili. Dia menceritakan pengalaman seorang pemuda yang karena imannya mendoakan dan menyembuhkan seorang gadis yang mengalami kelumpuhan sejak kecil.

Seusai pentahtaan sakramen mahakudus, Bram Wongkar (Anggota Tim Pengajar BPN PKKI), memandu doa penyembuhan, diiringi puji-pujian.

Banyak umat menyerahkan dirinya untuk didoakan hingga pukul 23.30 wita. Bram berpesan kepada umat agar sekembalinya dari KKR mau menjadi saksi Tuhan, melayani sesama, lebih kuat di dalam iman dan kepercayaan terhadap Tuhan Yesus.

Ketua Panitia Konvenda, Johanes Don Putra Gotama, mengaku puas menyaksikan antusiasme umat dan peserta Konvenda VII mengikuti KKR.

"Ini kesuksesan bersama panitia. Saya sebagai perekat saja. Roh Kudus yang bekerja dalam hati kita (panitia) sehingga pelaksanaan Konvenda ini sukses," ujar Don Putra.

Seremoni penutupan Konvenda VII digelar di Aula Akademi Kebidanan, Walikota Kupang, Kamis (29/6/2017) siang.

Konvenda yang digelar sejak Senin (26/6/2017) ini diikuti 700 peserta dari Keuskupan Agung Kupang, Atambua, Weetebula dan Keuskupan Dili. *

Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved