PosKupang/

Memanfaatkan KUR bagi TKI, Inilah Persoalan yang Membelit Masyarakat NTT

Masalah jamak bagi Indonesia adalah keberangkatan calon TKI ke luar negeri menimbulkan banyak persoalan.

Memanfaatkan KUR bagi TKI, Inilah Persoalan yang Membelit Masyarakat NTT
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Kepala Kantor Cabang BRI Kupang, Kusdinar dan Direktur PPTKIS-Liliba, Jon Salmon didampingi Asisstant Manager Businessis Micro, Victor G. Moleong usai melakukan penandatanganan PKS KUR TKI, di ruang kerja Kacab BRI, Kamis (1/9/2016) 

POS KUPANG.COM - Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berbondong-bondong mengadu nasib di negeri orang seperti Malaysia, Singapura, Taiwan dan negara Timur Tengah setidaknya didorong oleh dua hal. Pertama, lapangan kerja dalam negeri terbatas atau tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Kedua, tawaran dari negara orang lebih menjanjikan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik.

Masalah jamak bagi Indonesia adalah keberangkatan calon TKI ke luar negeri menimbulkan banyak persoalan. Hal ini dikarenakan para calon TKI umumnya bermodalkan nekat tanpa keterampilan bekerja sesuai standar negara tujuan. Yang terjadi antara lain jumlah TKI ilegal sangat mencengangkan.

Meskipun berbagai langkah pencegahan terus bergulir namun masih saja ada yang lolos. Nusa Tenggara Timur merupakan satu di antara daerah pengirim TKI ilegal terbanyak di negeri ini.

Berangkat ke luar negeri untuk bekerja butuh modal uang. Setidaknya untuk ongkos transportasi, mengurus berbagai dokumen serta biaya hidup pada masa awal bekerja di negara orang. Fakta yang terungkap dari bumi Flobamora sudah menjadi rahasia umum. Calon TKI dan keluarganya rela menjual harta benda berharga yang mereka miliki bahkan berani berhutang pada seseorang dengan harapan bisa dilunasi setelah mendapat gaji di luar negeri.

Kenyataan tidak selalu indah. Cukup sering terutama para TKI ilegal justru diperas habis-habisan tenaganya tanpa mendapatkan upah atau gaji yang setimpal. Tekad mengembalikan hutang kandas. Harta benda yang dijadikan jaminan malah jatuh ke tangan orang lain. Proses pemiskinan berlangsung secara telanjang dan memilukan.

Pemerintah kiranya memaklum kenyataan miris tersebut sehingga sejak bulan Maret 2017 meluncurkan program kredit usaha rakyat (KUR) khusus bagi TKI yang dikucurkan melalui sejumlah bank seperti BRI dan BNI. Namun, sampai bulan Juni 2017 ini baru sembilan orang TKI yang memanfaatkan kredit tersebut di BRI Cabang Kupang. Informasi mengenai skim kredit ini pun masih sangat terbatas.

Sebagian besar masyarakat NTT belum mengetahuinya termasuk pejabat di instansi Dinas Tenaga Kerja bahkan seorang wakil kepala daerah. Artinya, sosialisasi KUR TKI masih sangat minim dan itu perlu segera diatasi.

Diharapkan peluang emas ini bisa ditangkap para pencari kerja di Nusa Tenggara Timur guna meringankan beban mereka dan terlebih agar mereka tidak terjerat hutang yang justru semakin memiskinkannya. Sejauh memenuhi persyaratan pihak bank dengan senang hati melayani permintaan dari TKI.

Aparatur pemerintah melalui instansi teknis Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi diharapkan ikut mensosialisasikan skim kredit tersebut. Jangan letih memacu semangat calon TKI untuk memanfaatkan kredit bagi mereka.Pendampingan pun perlu dilakukan agar TKI memenuhi kewajiban sekaligus menggunakan haknya.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help