PosKupang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Ayo Siap-siap ke Sumba, Atraksi 2017 Penenun Bikin Heboh, Pecahkan Rekor MURI dan Dunia

Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Lapangan Galatama Tambolaka, akan dikemas dalam bentuk pameran dan festival selama lima hari, 11-15 Juli.

Ayo Siap-siap ke Sumba, Atraksi 2017 Penenun Bikin Heboh, Pecahkan Rekor MURI dan Dunia
ISTIMEWA
DI TVRI KUPANG-Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Ardu Jelamu (kedua dari kanan), Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu (tengah), Asisten II Sekda Sumba Tengah (kanan), foto bersama seusai diwawancarai TVRI Kupang, Kamis (15/6/2017) lalu, tentang parade 1001 ekor kuda dan festival tenun ikat Sumba, 3-15 Juli 2017. 

* Laporan Wartawan Pos Kupang, Benny Dasman

POS KUPANG.COM, KUPANG-Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Lapangan Galatama Tambolaka, Sumba Barat Daya, akan dikemas dalam bentuk pameran dan festival selama lima hari, 11-15 Juli 2017.

Acara yang diagendakan dibuka oleh Presiden RI didampingi duta besar negara-negara sahabat, investor dan pejabat kementerian itu bakal pecahkan Rekor MURI dan dunia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si, menyebut 2017 penenun berasal dari empat kabupaten se-daratan Sumba, yakni Sumba Barat Daya 517 penenun, Sumba Barat 500 penenun, Sumba Tengah 500 penenun, Sumba Timur 500 penenun.

"Atraksi digelar saat pembukaan festival tenun ikat. Para peserta menggunakan pakaian adat masing-masing daerah," ujar Marius, Rabu (28/6/2017).

Dalam atraksi itu, diakui Marius, peserta membawa alat tenun sendiri serta bahan tenun sudah disiapkan 50 persen jadi.

Dia menyebut konsep atraksi akan dipandu oleh master of ceremonies (Mc) dengan back sound pukulan gong/lagu etnik sampai pada pembukaan dan pemberian penghargaan rekor dunia oleh MURI. Selanjutnya peserta dapat melanjutkan menyelesaikan tenunannya.

Marius menjelaskan, pembukaan festival tenun ikat juga dimeriahkan tarian kolosal dilakonkan 200 penari yang mengusung tema, "Sejarah dan Budaya Sumba Untuk Negeriku."

Tarian ini menceritakan tentang sejarah dan budaya masyarakat Sumba untuk bersatu demi kemajuan Pulau Sumba.

Selain tarian, festival tenun ikat juga disemaraki pameran dan bazzar lokal menampilkan produk dan inovasi tenun ikat, UKM, jasa dan produk penunjang pariwisata lainnya di Pulau Sumba, NTT dan luar NTT.

"Kita targetkan pameran diikuti 116 peserta, mulai dari dekranasda se-NTT, luar NTT, BUMN, perusahaan swasta, developer, UKM hingga NGO," tutur Marius.

Pada tanggal 14 Juli 2017, kata Marius, digelar workshop tentang cara meningkatkan kualitas serta melestarikan tenun ikat Sumba dan membangun jiwa kewirausahaan/bisnis dari perajin menjadi pengusaha tenun ikat serta strategi pemasarannya.

"Untuk workshop kita targetkan 100 peserta, yakni penenun, ibu rumah tangga, pelajar dan mahasiswa se-Sumba," pungkas Marius. *

Penulis: benny_dasman
Editor: benny_dasman
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help