Dahsyatnya Kemampuan Antiteror Pasukan TNI, Filipina Sampai Tergoda Untuk minta Bantuan

Dari sisi pengalaman tempur pasukan TNI, terutama Kopassus, pernah sukses melancarkan operasi pembebasan sandera di Don Muang, Thailand ketika pesawa

Dahsyatnya Kemampuan Antiteror Pasukan TNI, Filipina Sampai Tergoda Untuk minta Bantuan
TRIBUNNNEWS.COM/TRIBUNNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Pasukan Kostrad TNI AD 

POS KUPANG.COM -- Wacana pasukan TNI untuk dikirimkan ke Marawi, Filipina yang sedang kewalahan menghadapi gempuran ISIS sebenarnya sangat masuk akal.

Dari sisi pengalaman tempur  pasukan TNI, terutama Kopassus, pernah sukses melancarkan operasi pembebasan sandera di Don Muang, Thailand ketika pesawat komersil Garuda Indonesia pada bulan Maret 1981 dibajak oleh teroris yang mengatasnamakan diri Komando Jihad.

Pesawat yang dibajak oleh lima orang teroris bersenjata api itu berencana terbang dari Jakarta ke Medan, tapi karena dibajak pesawat kemudian dipaksa terbang hingga ke bandara Dong Muang.

Operasi militer untuk membebaskan sandera yang merupakan kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Thailand pun kemudian digelar dan sukses melumpuhkan pembajak sekaligus membebasakan sandera.

Berdasar pengalaman operasi militer di Thailand, pemerintah Indonesia dan Filipina sebenarnya bisa melakukan kerja sama untuk melawan (melumpuhkan) ISIS yang masih bercokol di Marawi.

Apalagi seperti diberitakan oleh banyak media massa sejumlah warga Indonesia terbukti sudah bergabung dengan ISIS dan ikut bertempur di Marawi.

Selama ini Indonesia dan Filipina sebenarnya  sudah saling  sepakat mengembangkan kerja sama militer pada berbagai aspek seperti upaya mengatasi aktivitas separatis di  Filipina Selatan.

Pengiriman pasukan TNI untuk bertempur di Marawi guna mengganyang militan ISIS akan menjadi sah jika Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang meminta dan kemudian disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Patut diketahui, saat ini permintaan bantuan Durtete ke Indonesia baru dalam pembicaraan informal dan belum permintaan resmi.

Jika pengiriman pasukan TNI terjadi, bangsa Indonesia mungkin akan turut bangga tapi sekaligus siap berduka.

Sebab dalam peperangan melawan kelompok bersenjata akan menimbulkan korban dari kedua belah pihak.

Seperti dalam operasi pembebasan sandera di Dong Muang yang spektakuler tapi harus dibayar mahal karena pilot dan seorang anggota Kopassus gugur. (Intisari)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help