Pria Rusia Dijerat 729 Dakwaan Gara-gara Perkosa Lima Putri Angkatnya

Seorang pria Rusia dijerat 729 dakwaanperkosaan setelah ketahuan memperkosa lima putri angkatnya hampir setiap hari.

Pria Rusia Dijerat 729 Dakwaan Gara-gara Perkosa Lima Putri Angkatnya
kolase
Ilustrasi pemerkosaan 

POS KUPANG. COM, MOSKWA - Seorang pria Rusia dijerat 729 dakwaanperkosaan setelah ketahuan memperkosa lima putri angkatnya hampir setiap hari.

Pemerkosaan para gadis yang paling tua berusia 17 tahun itu terjadi di selama lima tahun di kota Komsomolsk-on-Amur yang terletak di bantaran Sungai Amur di Rusia Timur Jauh.

Investigasi terkait kasus ini dimulai setelah salah satu dari para gadis itu melaporkan nasib mereka ke guru sekolahnya. Identitas gadis itu dan usianya karena alasan legal tidak diungkapkan kepada publik.

Harian The Siberian Times mengabarkan, pria yang tak disebutkan namanya karena alasan hukum sudah ditahan dan dijerat 729 dakwaan terkait perkosaan.

Sumber-sumber kepolisian mengatakan, pria itu memaksa kelima gadis tersebut untuk berhubungan badan setiap hari.

Ilya Gudkov, asisten senior departemen investigasi Republik Chechen Kabarovsk memberikan penjelasan.

"Berdasarkan hasil investigasi, dari September 2012 hingga Februari 2017, pria itu secara sistematis melakuan kejahatan seksual terhadap kelima anak angkatnya," kata Gudkov.

"Setelah mempertimbangkan permohonan penyidik, pengadilan menerbitkan surat perintah penahanan," tambah Gudkov.

Pria itu menjadi "penjaga" kelima gadis tersebut setelah dikirimkan ke sebuah rumah penampungan dari sebuah panti asuhan di kawasan itu.

Menurut The Siberian Times, pria itu diyakini mendapatkan tunjangan dari pemerintah sebesar 20.000 rubel atau sekitar Rp 4,5 juta untuk tiap anak yang diasuhnya.

Selain investigasi kriminal, aparat hukum kini tengah menelusuri kemungkinan adanya penelantaran anak dalam kasus ini.

Para penyidik juga akan mempertimbangkan situasi yang membuat pria itu bisa mendapatkan hak asuh untuk kelima anak perempuan tersebut.

Alla Kuznetsova, menteri pendidikan di wilayah itu mengatakan, inspeksi yang dilakukan secara rutin ke kediaman pria itu tak menemukan satu pun kejanggalan atau masalah.

Seusai undang-undang Rusia, pria ini terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun untuk setiap dakwaan perkosaan yang dijeratkan kepadanya. (*)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help