Bulan Ramadan di Eropa, Umat Muslim Kota Bremen Rutin Lakukan Buka Puasa Bersama

Menjalankan ibadah puasa Ramadan di negeri orang tentu berbeda dengan berpuasa di Indonesia.

Bulan Ramadan di Eropa, Umat Muslim Kota Bremen Rutin Lakukan Buka Puasa Bersama
Muhammad Alfian Riyadi
Safari masjid di Bremen, Jerman. 

POS KUPANG. COM - Menjalankan ibadah puasa Ramadan di negeri orang tentu berbeda dengan berpuasa di Indonesia.

Selain perbedaan waktu yang cukup signifikan, berbagai tantangan pun harus dihadapi orang Indonesia yang tinggal di Bremen, Jerman.

Buka puasa bersama komunitas Muslim di Bremen, Jerman.
Buka puasa bersama komunitas Muslim di Bremen, Jerman. (Muhammad Alfian Riyadi)

Mulai dari cuaca siang hari saat musim panas hingga kebiasaan masyarakat Eropa yang jauh berbeda dari kebiasaan di Indonesia.

Kepada TribunTravel, Muhammad Arfian Riyadi, mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di Bremen, menjelaskan berbagai tantangan saat berpuasa di Bremen.

"Sudah dua kali menjalankan bulan Ramadan di sini, dan itu selalu bertepatan dengan musim panas," kata mahasiswa yang kerap disapa Fian tersebut.

Meskipun menjalankan puasa selama 19 jam saat musim panas, namun Fian tak menjadikan puasa sebagai beban.

Terlebih saat bulan Ramadan terdapat sejumlah acara keagamaan yang banyak diselenggarakan penduduk Muslim di Kota Bremen.

Salah satunya adalah buka puasa bersama komunitas Muslim asal Indonesia yang tinggal di Kota Bremen.

Mahasiswa Indonesia di Kota Bremen, Jerman.
Mahasiswa Indonesia di Kota Bremen, Jerman. (Muhammad Alfian Riyadi)

"Biasanya ada buka puasa bersama setiap dua minggu sekali," kata mahasiswa jurusan Internationaler Studiengang Global Management di Hochschule Bremen ini.

Fian menjelaskan acara buka puasa bersama biasanya diadakan oleh Keluarga Muslim Indonesia Bremen (KMIB) dan Muda-mudi Islam Bremen (MMIB).

Selain mempererat tali silaturahmi, acara buka puasa bersama tersebut juga memberi kesempatan untuk mencicipi makanan khas Indonesia.

Terlebih selama tinggal di Jerman, tentu akan sangat jarang menemukan makanan Indonesia yang sesuai dengan lidah.

"Menunya macam-macam, ada soto daging, rendang, takjilnya es dawet, es buah. Ada juga gorengan, martabak asin, cireng," sebut Fian.

Dari berbagai menu tersebut, ternyata Fian memilih rendang sebagai menu favoritnya untuk berbuka puasa di Bremen.

"Kangen makan rendang. Pengen buat sendiri, tapi bahannya susah dicari di sini dan prosesnya juga lama," ujar mahasiswa asal Saningbakar, Solok, Sumatera Barat tersebut. (*)

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved