Tour de Flores 2017

Rp 70 Miliar Terbang ke Flores, Marius Jelamu Bilang Berhentilah Mengecam Pariwisata

Marius Ardu Jelamu mengakui kucuran dana pusat yang begitu besar tidak berbanding lurus dengan biaya penyelenggaraan Tour de Flores

Rp 70 Miliar Terbang ke Flores, Marius Jelamu Bilang Berhentilah Mengecam Pariwisata
ISTIMEWA
Marius Ardu Jelamu 

- Laporan Wartawan Pos Kupang, Benny Dasman

POS KUPANG.COM, KUPANG-Kegaduhan yang dibuat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Tour de Flores (TdF) 2017 ternyata memantik kementerian atau instansi lain ikut menyukseskan event akbar ini.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, misalnya, mengucurkan dana Rp 70 miliar untuk memasang dan memperbaiki rambu dan pembatas jalan dengan jurang di lintas Flores agar peserta TdF nyaman selama balapan.

Tak hanya itu, Kementerian Informasi dan Komunikasi (Infokom) juga membangun 32 tower dari Maumere sampai Ende mendukung TdF dalam bidang komunikasi dan teknologi. Delapan unit tower lainnya juga dibangun di Manggarai. Nilainya miliaran rupiah.

Sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbaiki ruas jalan nasional dari Larantuka hingga Labuan Bajo dan ruas Aegela-Mbay sepanjang 35 kilometer, dengan kisaran biaya Rp 30 miliar-Rp 40 miliar setiap kabupaten.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si, mengakui kucuran dana pusat yang begitu besar tidak berbanding lurus dengan biaya penyelenggaraan TdF 2017.

"Jadi, TdF ini sebagai alat bargaining untuk memancing perhatian pemerintah pusat. Dan, hasilnya kelihatan. Sebab, bicara pariwisata, sektor lain juga bergerak. Jangan percaya omongan orang yang menyebut TdF ini sebagai kebohongan yang dibuat pemerintah. Itu omongan tanpa dasar, bahkan orang itu sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kebohongan. Kita harus membentuk opini yang indah, bukan menyesatkan. Tidak mungkin pemerintah bohongi rakyat," tegas Marius di ruang kerjanya, Rabu (21/6/2017).

"Jadi, jangan hanya rajin mengecam pariwisata, sebab dampak TdF sudah kelihatan. Kalau ada kabupaten yang lelet atau tak dukung TdF, lewatkan saja. Namun, yang pasti, apa yang kita buat dilihat oleh pemerintah pusat. Orang Jakarta bilang jangan tidur, harus kreatif, pandai lobi-lobi dana di Jakarta," pungkas Marius sambil meminta masyarakat NTT dukung TdF. *

Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved