Peserta Setuju di Atas Kertas Materai Pilih Frans Fernando Jadi Ketua Umum Forki NTT

Permintaan ini disanggupi seluruh peserta, sehingga dibuatlah surat pernyataan dan ditandatangani seluruh peserta di atas meterai.

Peserta Setuju di Atas Kertas Materai Pilih Frans Fernando Jadi Ketua Umum Forki NTT
PK/EKO
POS KUPANG/SIPRI SEKO Agus Ririmase memimpin rapat Pengprov Forki NTT dengan agenda memilih kepengurusan di Hombu Dojo Shoto-Kai, Kupang, Senin (19/6/2017). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kancho Frans yang dimintai kesediaanya dalam Musprovlub tersebut, menyatakan kesediaanya asalkan seluruh peserta menandatangani surat pernyataan di atas meterai, bahwa dirinya terpilih atas permintaan peserta dan bukan atas keinginannya. Dan permintaan ini disanggupi seluruh peserta, sehingga dibuatlah surat pernyataan dan ditandatangani seluruh peserta di atas meterai.

Menurut Kancho Frans dengan menjadi ketua Pengprov FORKI NTT, berarti dirinya turun pangkat, karena saat ini dirinya adalah ketua Umum PB Shoto-Kai. "Tapi untuk kemajuan karate NTT, saya rela turun pangkat, karena saya tidak tega karate NTT tidak maju. Mau tidak mau saya harus mencari pengganti saya sebagai Ketua Umum PB Shoto-Kai," ungkapnya.

Selain syarat menandatangani pernyataan diatas meterai bagi peserta Musprov, Kancho Frans dalam kesempatan tersebut juga menegaskan agar wakil dari pergurusan yang nantinya masuk dalam pengurus, harus lepas baju perguruan. "Kalau masih pake baju perguruan, Forki NTT tidak akan maju. Dan ini juga berlaku hingga pengurus pengkot/Pengkab Forki di kabupaten/kota. Dan yang menjadi pengurus Forki NTT tidak boleh rangkap jabatan di kabupaten/kota," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kancho Frans, mengatakan, gebrakan awal, seluruh perguruan diminta untuk memilih atlet terbaiknya untuk berlatih di Hombu Dojo Shoto-Kai, diawah bimbingan bidang pembinaan prestasi (Binpres). Tidak hanya itu, Kancho Frans juga menjanjikan para pelatih (dibawa Binpres) akan di bawa berlatih ke Jepang untuk menambah ilmu dan wawasan. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help