PosKupang/

Tanahnya Diklaim Pemerintah, Sofia Tomboy Marah Minta Pemerintah Tunjukkan Bukti

Sofia Baloe Tomboy marah ketika tanahnya akan dieksekusi pihak pengadilan Kota Kupang. Menurutnya, pemerintah tidak bisa menunjukkan bukti kalau tanah

Tanahnya Diklaim Pemerintah, Sofia Tomboy Marah Minta Pemerintah Tunjukkan Bukti
POS KUPANG/EFLIN ROTE
Erna Fanggidae, pendamping keluarga Tomboy menunjukkan surat pernyataan yang membuktikan tanah yang akan dieksekusi adalah milik keluarga Tomboy. 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sofia Baloe Tomboy marah ketika tanahnya akan dieksekusi pihak pengadilan Kota Kupang. Menurutnya, pemerintah tidak bisa menunjukkan bukti kalau tanah seluas 1.100 meter persegi ini adalah milik pemerintah.

Menurut perempuan setengah baya ini, tanah ini sudah menjadi milik keluarga Tomboy sejak zaman Belanda.

"Bagaimana bisa pemerintah klaim ini tanah milik mereka padahal saya selalu bayar pajak. Ini bukti pajak yang saya bayar masih ada semua. Tanah ini milik keluarga Tomboy, belum ada pelepasan hak keluarga kepada pemerintah waktu itu," ujar Sofia sambil menunjukan bukti pembayaran pajak, Selasa (20/6/2017) di lokasi eksekusi di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Menurut Erna Fanggidae, pendamping keluarga Tomboy, keluarga Tomboy memiliki tanah seluas 283 hektar sejak zaman Belanda. Setelah Belanda menyerahkan kekuasan kepada Indonesia, negara masih mengakui kepemilikan tanah ini. "Kapan pemerintah punya tanah, kapan pemerintah buat sertifikat, pengukuran dan lainnya. Dasarnya apa pemerintah mengklaim tanah ini untuk jadi kavling," tuturnya.

Erna menambahkan, tanah milik keluarga Tomboy ini diklaim pemerintah untuk mengganti rugi tanah milik Fenny Lauw. Pemerintah membuat akta perdamaian bersama Fenny Lauw dan menjaminkan tanah milik keluarga Tomboy. Eksekusi oleh pihak pengadilan menurut keluarga Tomboy tanpa memiliki dasar bukti.

"Objek sengekta bukan disini tapi di Kelapa Lima. Pemda kalah perkara dengan Ferry Lauw akhirnya pemda kasih nota perdamaian di Ferry Lauw. Perkara ditempat lain, tanah ganti ruginya di tempat lain. Tidak ada bukti kuat kalau ini milik pemerintah, karena ini milik keluarga Tomboy," tutur Erna.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help