PosKupang/

Panglima Kodam IX/Udayana ajak Masyarakat Gelorakan Ikrar Kebangsaan

semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan saling menghormati antarsuku, agama, ras dan golongan serta menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI

Panglima Kodam IX/Udayana ajak Masyarakat Gelorakan Ikrar Kebangsaan
NET
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc

POS KUPANG.COM - Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak, mengajak elemen masyarakat di Bali dan Nusa Tenggara untuk menggelorakan semangat ikrar kebangsaan yang diharapkan memperkuat toleransi dan menjaga stabilitas keamanan wilayah.

"Dengan digelorakannya ikrar kebangsaan kami berharap akan meningkatkan kerja sama dan sinergitas seluruh komponen bangsa," katanya, saat menggelar buka puasa kebangsaan di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Jimbaran, Kabupaten Badung, Selasa.

Ribuan orang memenuhi arena Garuda Wisnu Kencana pada buka puasa kebangsaan, yang dikemas secara lebih istimewa ketimbang biasanya. Ini untuk mencerminkan semangat kebhinnekaan dan harmoni bangsa Indonesia.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Infantri Hotman Hutahaean.

Adapun ikrar kebangsaan itu adalah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan saling menghormati antarsuku, agama, ras dan golongan serta menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jenderal bintang dua di pundak itu memanfaatkan momentum buka puasa tersebut untuk mempererat sinergi dan hubungan harmonis antarelemen masyarakat yang terdiri dari tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum.

Menurut Simanjuntak, ikrar kebangsaan hadir mencermati berbagai ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan maupun keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ancaman yang datang salah satunya berupa penyebaran kabar bohong yang cenderung provokatif dan tidak sesuai dengan ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup bangsa Indonesia sehingga dapat menyebabkan perpecahan.

"Mencermati berkembangnya aksi-aksi provokatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab maka seluruh komponen bangsa harus waspada guna menangkal upaya memecah belah persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI," ucapnya.

Buka puasa kebangsaan, lanjut dia, digagas agar dapat dijadikan sebagai wahana meningkatkan komunikasi sosial kreatif antarsesama umat beragama dalam upaya untuk mempertebal rasa kebersamaan dan toleransi.

"Mari kita buktikan bahwa kebersamaan dalam keberagaman itu memang indah adanya dan sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang tak ternilai," katanya. *)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help