PosKupang/

Kepala Bayi ini Membesar, Ester Harap Dapat Pengobatan Gratis untuk Revi

Revi Tallo tertidur pulas dipelukan sang ibu. Bayi 1 tahun 3 bulan ini, menurut sang ibu, Ester, Revi mengalami kelebihan cairan di bagian kepala seja

Kepala Bayi ini Membesar, Ester Harap Dapat Pengobatan Gratis untuk Revi
POS KUPANG/EFLIN ROTE
Bayi Revi Tallo tertidur usai pulang dari RSU SK Lerik, Kota Kupang. Revi mengalami kelebihan cairan di bagian kepala 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Revi Tallo tertidur pulas dipelukan sang ibu. Bayi 1 tahun 3 bulan ini, menurut sang ibu, Ester, Revi mengalami kelebihan cairan di bagian kepala sejak berumur 40 hari. Ketiadaan biaya membuat Ester hanya membawa bayi Revi berobat ke puskesmas terdekat.

"Saya cuma bawa dia kontrol di puskesmas BTN Kolhua. Akhirnya dari puskesmas bilang harus bawa ke rumah sakit. Saya bilang kami tidak punya kartu JKM," tutur Ester ketika ditemui di RSU Kota SK Lerik, Selasa (20/6/2017).

Selama mengandung Revi, Ester mengaku rutin mengontrol kehamilannya. Bahkan saat melahirkan, kepala Revi terlihat normal seperti bayi lainnya. Namun, setelah 40 hari tubuh Revi mengecil dan kepalanya mulai membesar.

"Kepalanya tiba-tiba membesar, perutnya kembung dan kalau makan dia rewel. Padahal waktu melahirkan dia normal saja. Waktu usianya dua minggu dia sudah vaksin polio. Pertama bawa dia ke dokter waktu usia tiga bulan, dari situ dokter bilang kepalanya kelebihan cairan," kenang Ester.

Setelah itu, menurut Ester, ia dan suami, Urbanus kekurangan biaya dan menghentikan pengobatan Revi. Ester hanya berdoa dan memberikan obat tradisional. Namun, menurut Ester kondisi Revi sedikit membaik, kepalanya mulai mengecil.

Ibu empat anak ini kembali membawa Revi ke puskesmas, karena menurutnya ia dan suami hanya mampu membayar pengobatan di puskesmas. Setelah mendapatkan pengarahan dari puskesmas, Revi dirujuk ke rumah sakit kota.

"Dari pukesmas bilang kami bawa KTP dan kartu keluarga supaya bisa dapat berobat gratis," tuturnya.

 Akhirnya, Ester membawa Revi berobat ke RSU SK Lerik. Sebelumnya, Ester membawa Revi untuk USG di Prodia. Hasil USG menunjukkan Revi mengalami hidrosefalus. Ester berharap mendapatkan keringanan biaya sehingga Revi bisa kembali sembuh.

 Saat ini, Ester dan sang suami Urbanus bersama empat orang anaknya tinggal di sebuah kamar kos sederhana dikawasan Sikumana. Tiap bulan Ester dan suami harus membayar sewa kamar kos sebesar Rp 250 ribu.

 "Bapaknya cuma jualan sayur keliling. Pendapatannya tidak seberapa per hari. Belum biaya anak-anak sekolah, biaya Revi berobat, bayar uang kos, belum lagi ongkos ke rumah sakit saya sewa ojek Rp 20 ribu. Saya berharap dapat pengobatan gratis supaya anak saya bisa sembuh," jelasnya.

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help