PosKupang/

Kekerasan Seksual pada Anak jadi Perkara Terbanyak di PN Ende, Ini Penjelasan Humas

Kekerasan tersebut meliputi fisik maupun kekerasan seksual berupa pencabulan maupun pemerkosaan serta persetubuhan.

Kekerasan Seksual pada Anak jadi Perkara Terbanyak di PN Ende, Ini Penjelasan Humas
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Humas PN Ende, Junus D.Seseli SH 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE -- Pengadilan Negeri (PN) Ende paling banyak menangani kasus kekerasan kepada anak.

Kekerasan tersebut meliputi fisik maupun kekerasan seksual berupa pencabulan maupun pemerkosaan serta persetubuhan.

Humas PN Ende, Junus D.Seseli SH mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (20/6/2017) ketika ditanya mengenai jenis perkara yang paling banyak ditangani atau disidangkan di PN Ende dalam tahun 2017.

Junus mengatakan bahwa dalam tahun 2017 ini jenis perkara menonjol yang ditangani oleh pihak PN Ende adalah perkara kasus kekerasan yang menimpa anak-anak terutama kasus kekerasan seksual seperti pencabulan maupun pemerkosaan juga persetubuhan dengan anak dibawah umur.

Dikatakan saat disidangkan korban kekerasan pada anak pada umumnya adalah anak dibawah umur bahkan ada yang masih sangat muda berkisar antara 7 hingga 10 tahun.
Para korban itu ujar Junus saat menjalani pemeriksaan di Pengadilan Negeri Ende sebagai saksi korban terungkap mereka menjadi korban kekerasan seksual karena iming-iming yang diberikan oleh para pelaku baik itu uang maupun barang lainnya.

Sedangkan para pelaku ujar Junus juga beragam namun pada umumnya adalah orang-orang dekat seperti bapak tiri juga kakek maupun paman juga tetangga maupun oknum guru.

Junus mengatakan, selain menjadi korban namun ada juga anak-anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual terutama anak anak yang sedang memasuki usia remaja.

Menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, Junus mengatakan bahwa pada saat proses persidangan pihaknya meminta kepada orangtua atapun keluarga dari para korban maupun pelaku agar senantiasa memperhatikan keberadaan anak mereka baik dalam pergaulan sehari-hari maupun ketika sedang bersekolah agar anak-anak mereka tidak menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual.

Junus mengatakan pihaknya memang merasa prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di Kabupaten Ende baik didalam Kota Ende maupun diluar. Oleh karena itu pihaknya berharap peran serta dari semua pihak guna mengelemenir kasus tersebut.

Hal yang juga menarik perhatian ujar Junus pihaknya melihat bahwa kasus-kasus kekerasan seksual terutama di desa atapun kampung terkadang diselesaikan secara kekeluargaan atau adat yang dikenal dengan Wale.

Sedangkan kasus lain yang juga cukup marak saat ini yang sedang diselesaikan oleh PN Ende adalah kasus pencurian. Dalam kasus tersebut para pelaku didominasi oleh anak-anak remaja pria. Para pelaku biasanya dalam menjalankan aksinya dilakukan secara bersama-sama maupun dilakukan sendiri.*

Penulis: Romoaldus Pius
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help