PosKupang/

Jual Obat di Pasar Camplong, Andi Ruslan Pasrah Anaknya Ditahan Jaksa

Andi Ruslan, warga Jampae, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, menyatakan pasrah terkait anak kandungnya, Takdir Ruslan (30) yang ditangkap anggota p

Jual Obat di Pasar Camplong, Andi Ruslan Pasrah Anaknya Ditahan Jaksa
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Andi Ruslan, warga Jampae, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, menyatakan pasrah terkait anak kandungnya, Takdir Ruslan (30) yang ditangkap anggota polisi dari Polres Kupang beberapa waktu lalu di Pasar Camplong.

Penangkapan anaknya ini karena menjual obat herbal, vitamin dan obat untuk penyakit gatal-gatal. Saat ini berkas anaknya sudah ditangani pihak Kejaksaan Kabupaten Kupang dan menjadi tahanan jaksa.

Andi Ruslan ketika ditemui Pos Kupang di Kejari Kabupaten Kupang, Selasa (20/6/2017) menceritrakan, kehadiran dirinya dan anaknya Takdir Ruslan di Kupang baru sebulan.

Selama di Kupang mereka menjual obat herbal, vitamin dan obat untuk pengobatan gatal-gatal. Saat menjual di Pasar Camplong, anggota kepolisian menangkap karena alasan penjualan obat tanpa surat ijin. Saat ini, kata Andi, anaknya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan berkasnya sudah dikirim dari kepolisian ke jaksa.

"Saya dan anak saya ini sama-sama jual obat di Pasar Camplong. Obat yang sama ini juga kami sudah jual di tempat lain seperti di Flores tapi tidak ditangkap. Saya tidak ditahan hanya anak saya saja yang ditahan. Mau bilang apalagi, saya sudah pasrah dan biarlah ikuti saja sidangnya saja," katanya.

Andi Ruslan mengatakan tidak ada. Semua obat yang dijual sama seperti penjual obat lainnya dan tidak ada unsur yang membahayakan kesehatan. Saat ini anaknya sudah menjadi tahanan jaksa dan dirinya juga sudah mendapatkan kuasa hukum untuk mendampingi anaknya pada persidangan nanti.

Dalam surat kuasa kepada pengacara dari kejaksaan yang juga diperoleh Andi Ruslan menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar atau setiap orang yang memiliki keahlian dan kewenangan, dilarang mengadakan, menyimpan, mengelola, mempromosikan dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat, sebagaimana dimaksud didalam ketentuan pasal 197 jo pasal 106 jo pasal 98 ayat (2) jo pasal 196 UU RI nomor : 36 tahun 2009.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help