PosKupang/

Ada Kontraktor Curhat di Medsos, Kabag Pengadaan Barang Belu Tegaskan Tidak Ada Praktik Lobi Proyek

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Belu, Ferdinan Hale Kin membantah adanya praktek lobi proyek di unit kerjanya agar seseorang bisa memena

Ada Kontraktor Curhat di Medsos, Kabag Pengadaan Barang Belu Tegaskan Tidak Ada Praktik Lobi Proyek
POS KUPANG/EDY BAU
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Belu, Ferdinan Hale Kin 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Belu, Ferdinan Hale Kin membantah adanya praktek lobi proyek di unit kerjanya agar seseorang bisa memenangkan paket pekerjaan tertentu.

"Itu tidak benar. Mau lobi untuk apa? Kita ini sekarangkan masuk ini barang (Tim Saber Pungli,red). Kita juga takut," katanya ketika ditemui Pos Kupang di kantornya, Selasa (20/6/2017).

Ferdinan mengaku mendengar rumor yang berkembang saat ini bahwa ada praktek "atur" proyek di unit kerjanya untuk dimenangkan oleh perusahaan tertentu. Namun, lanjutnya, rumor itu tidak bisa dilayani karena harus melalui mekanisme yakni kontraktor peserta tender yang tidak puas dengan hasil lelang maka bisa mengajukan sanggahan.

"Sampai saat ini belum ada yang melakukan sanggahan atas penilaian. Tidak ada keberatan dari penyedia," ujarnya.

Mengenai luapan kemarahan kontraktor dari CV. Barito di media sosial Facebook terkait proses tender, Ferdinan menjelaskan, kontraktor tersebut memang mendapatkan rangking tiga dan kemudian ditetapkan sebagai pemenang paket proyek irigasi Nubelu di Kecamatan Tasifeto Timur (Timur) dengan nilai kontrak Rp 962 juta lebih mengalahkan kontraktor yang menduduki rangking pertama.

Kemenangan itu, bukan karena yang bersangkutan mengamuk di media sosial tetapi karena saat itu proses tender belum ada pemenang.

"Saat itu memang belum ada pemenang. Jadi bukan karena di mengamuk di media sosial baru dimenangkan. Panitia itu tidak bisa atur-atur karena kita dibatas tiga kriteria itu," jawabnya.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, proses tender proyek tahun 2017 sarat dengan "permainan" oknum tertentu untuk memenangkan peserta tender tertentu. Untuk memenangkan salah satu paket proyek, harus ada lobi-lobi atau harus memiliki hubungan dengan "orang besar" dari daerah ini.

Peserta tender yang mendapat penilaian rangking satu dari panitia belum tentu menang tender jika tidak ada lobi atau kedekatan dengan orang tertentu.*

Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help