Minyak Kelapa Lebih Berisiko Untuk Jantung daripada Mentega?

Menurut The Dietary Fats and Cardiovascular Disease Advisory, minyak kelapa mengandung 82 persen lemak jenuh, sedangkan mentega hanya 63 persen.

Minyak Kelapa Lebih Berisiko Untuk Jantung daripada Mentega?
Intisari
Minyak Kelapa Punya Beragam Manfaat Bagi Kesehatan 

POS KUPANG.COM -- Sebuah studi baru menyebutkan bahwa minyak kelapa lebih buruk untuk jantung Anda daripada mentega dan daging sapi.

Menurut The Dietary Fats and Cardiovascular Disease Advisory, minyak kelapa mengandung 82 persen lemak jenuh, sedangkan mentega hanya 63 persen.

Menurut laporan tersebut minyak kelapa juga menyebabkan kolesterol meningkat lebih tinggi dibandingkan daging sapi yang mengandung lemak jenuh sekitar 50 persen, atau minyak babi yang mengandung lemak jenuh sekitar 39 persen.

Berdasarkan laporan USA Today, selama ini orang menganggap minyak kelapa lebih sehat karena klaim bahwa minyak nabati selalu lebih baik daripada produk hewani.

American Heart Association menambahkan, “Kami menyarankan agar tidak menggunakan minyak kelapa (saat masak).”

Di lain pihak, dalam penelitian sebelumnya, minyak kelapa disebut sebagai minyak yang lebih sehat. Dr Joseph Mercola, yang meneliti minyak kelapa virgin menyebutkan minyak ini amat sehat karena mengandung asam laurat yang juga terdapat dalam air susu ibu dan berfungsi mencegah berbagai macam infeksi.

Lalu mengapa ada sebagian hasil penelitian yang menganggap minyak kelapa berbahaya?

Thomas Brenna, profesor ilmu gizi di Universitas Cornell menduga bahwa riset-riset negatif terhadap minyak kelapa menggunakan contoh minyak yang telah mengalami hidrogenasi.

"Hasilnya tentu berbeda dengan minyak kelapa virgin yang diproses secara alami," ujar Dr Brenna.

Ia juga menyebutkan adanya penelitian terhadap masyarakat Polinesia yang banyak mengkonsumsi minyak kelapa justru memiliki kondisi jantung yang sehat.

Hal yang serupa diungkapkan Walter Willett, M.D., ketua departemen nutrisi Harvard School of Public Health. Menurutnya, sebagian besar penelitian minyak kelapa fokus pada efeknya terhadap kolesterol di tubuh. "Padahal efek kesehatan secara keseluruhan tidak dapat diprediksi hanya dengan perubahan LDL dan HDL."

Meski begitu, penelitian di atas yang dipimpin Frank Sacks, menyarankan agar orang meningkatkan kesehatan jantung dengan menggunakan sedikit saja lemak jenuh.

Artinya, karena minyak kelapa mengadung lemak jenuh dalam prosentase tinggi, maka pemakaiannya disarankan dalam jumlah yang secukupnya saja.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved