VIDEO

VIDEO: Perempuan Asal Flores ini Mengaku Dipukuli Dicekik dan Dimaki Oleh Pasangannya

SELAMA tujuh tahun berhubungan menjalin kasih tanpa ikatan pernikahan, perempuan asal Flores NTT ini sering dianiaya secara fisik dan verbal oleh IKS

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - SELAMA tujuh tahun berhubungan menjalin kasih tanpa ikatan pernikahan, perempuan asal Flores NTT ini sering dianiaya secara fisik dan verbal oleh IKS, pasangannya. Mulai dari kata-kata makian yang menyakiti hati dan perasaan, sampai dengan tindak kekerasan seperti ditempeleng, dipukul, ditendang dan dilempar menggunakan Handphone, dialami oleh perempuan berusia 30-an tahun ini.

Meski ER telah memberikan anak lelaki kepada IKS, namun ER tak juga dinikahi oleh IKS. Bahkan belakangan ini, IKS membantah sebagai ayah biologis dari anak yang dilahirkan oleh ER lima tahun lalu itu. Hal ini membuat ER kecewa dan mengadukan kasusnya itu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK NTT.

"Saya sering dimaki, terus saya ditendang, saya ditampar, saya dicekik, dipukul. Dan saya bertahan hanya dengan dasar sayang dan cinta. Tapi sekarang saya tidak mau lagi berada dalam situasi itu," kata ER.

ER mengisahkan, awal perjumpaannya dengan IKS tahun 2010, saat dia bekerja di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS). IKS yang adalah seorang oknum Polisi itu menyatakan cinta dan mereka kemudian berhubungan meskipun IKS sudah memiliki istri. 

"Saat saya hamil dengan usia kandungan 2 bulan, IKS pernah menempeleng saya karena alasan cemburu. Dia juga melempar HP ke bagian perut saya yang saat itu sedang hamil. Itulah pertama kalinya dia naik tangan ke saya," aku ER, Sabtu (17/6/2017), ditemui di kostnya di wilayah Kolhua. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved