Bupati Belu Willy Lay Minta Wartawan Perbatasan Gunakan Penanya untuk Berbagi Kasih

Dia mengingatkan para wartawan untuk mengunakan penanya sebagai media untuk membagi kasih, bukan untuk membunuh.

Bupati Belu Willy Lay Minta Wartawan Perbatasan Gunakan Penanya untuk Berbagi Kasih
POS KUPANG/EDY BAU
Ketua Partai Golkar Kabupaten Belu, Yohanes Jefri Nahak (kedua kiri) sedang memberikan pendapatnya dalam dialog publik dalam rangka deklarasi organisasi Pena Batas RI-RDTL di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua Sabtu (17/6/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu Willy Lay mengapresiasi langkah para wartawan yang bertugas di Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL menyatakan tekad mendukung pembangunan di Kabupaten Belu melalui wadah Persatuan Jurnalis (Pena) Belu Perbatasan (Batas) RI-RDTL.

Dia mengingatkan para wartawan untuk mengunakan penanya sebagai media untuk membagi kasih, bukan untuk membunuh.

“Ada istilah pena wartawan lebih tajam dari pedang. Saya minta pena wartawan di perbatasan ini jangan sampai untuk membunuh tetapi untuk membagi kasih,” ujarnya dalam dialog publik dalam rangka deklarasi organisasi Pena Batas RI-RDTL di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua Sabtu (17/6/2017).

Dikatakannya, keberadaan wartawan di Kabupaten Belu memberi sangat dibutuhkan karena bisa memberitakan hal-hal yang bisa diketahui publik. Dia mengatakan, pers itu ibarat bumbu.

Jika tanpa wartawan atau pers, masakan akan terasa hambar tanpa rasa apapun. Ke depan, Bupati Willy meminta wartawan untuk selalu memberitakan hal-hal yang fakta, yang obyektif tanpa opini.

Bupati Belu Willy Lay saat dialog publik di Belu, Sabtu (17/6/2017).
Bupati Belu Willy Lay membawakan sambutan dalam dialog publik dalam rangka deklarasi organisasi Pena Batas RI-RDTL di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua Sabtu (17/6/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

Jangan Provokatif
Komandan Kodim 1605 Belu, Letkol Nurdihin Adi Nugroho meminta wartawan di perbatasan mendukung langkah pemerintah dalm proses pembangunan di Kabupaten Belu.

Dirinya berharap, pemberitaan-pemberitaan yang dibuat hendaknya lebih kritis tanpa provokasi.

Untuk diketahui, dialog publik ini menghadirkan narasumber antara lain, Bupati Belu Willy Lay, Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan, Dandim Belu Letkol Nurdihin Adi Nugroho, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/ Wiratama dan Letkol Elvino Yudha Kurniawan, Direktur Utama LPPL Belu Tv, Rony Mauluma dan dari Jurnalis, Fredrik Royanto. Para narasumber ini memaparkan materi dalam tema besar, “Belu hari ini dari masing-masing perpektif.”

Sedangkan yang menjadi peserta antara lain pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Belu, pimpinan partai politik, pengusaha, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kepala desa dan guru-guru.

Usai dialog publik yang disiarkan langsung oleh LPP RRI Cabang Atambua, dilanjutkan dengan deklarasi organisasi Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan RI-RDTL atau yang disingkat Pena Batas RI-RDTL.

Organisasi ini beranggotakan para wartawan dari berbagai media baik cetak, elektronik maupun online yang bertugas di Kabupaten Belu, TTU dan Malaka. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help