Wisuda TKK, Orangtua Tak Hadir, Cessay Tetap Ceria

Joanne Nakmofa diwisuda di TK Kristen Cemara Kupang, Kamis (15/6/2017). Ia meminta sang ibu untuk tidak membelikan tas ini.

Wisuda TKK, Orangtua Tak Hadir, Cessay Tetap Ceria
POS KUPANG/EFLIN ROTE
Joanne Nakmofa diwisuda di TK Kristen Cemara Kupang, Kamis (15/6/2017). Ia meminta sang ibu untuk tidak membelikan tas bergambar boneka karena akan menjadi murid SD. 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Cessay Lapenangga (6) tetap ceria meskipun kedua orangtuanya tak hadir di acara wisudanya. Tak tergambar rasa kecewa, ia malah sibuk becerita bersama teman-temannya.

Kerabat dari Cessay, Yula menuturkan, beberapa hari sebelum wisuda, Cessay sempat menghubungi sang ibu yang bertugas di Manggarai, memberitahu kalau ia akan diwisuda.

"Dia sempat minta mamanya untuk datang. Tapi tidak bisa karena mamanya harus bekerja," tutur Yula di sela-sela acara pelepasan anak-anak TK Kristen Cemara Kupang, Kamis (15/6/2017) di Kupang.

Kedua orangtua Cessay, menurut Yula, bekerja di luar Kupang.

“Ibunya tugas di kantor Samsat di Manggarai, ayahnya polisi dan bertugas di SoE. Di sini ia tinggal bersama neneknya,” ujarnya.

Yula juga mengungkapkan, Cessay meminta sang nenek untuk menjahitkan kebaya. Padahal menurut Yula, Cessay sudah memiliki kebaya pada waktu perayaan hari Kartini beberapa waktu lalu.

"Dia senang karena dapat kebaya baru, dia bilang kebayanya bagus," ujar Yula.

Ketika ditanya soal cita-cita, Cessay menjawab sambil tersipu kalau kelak ia ingin menjadi polwan.

Berbeda dengan Joanne Nakmofa (6). Pada wisuda hari ini Joanne ditemani sang ibu, Pdt Rien Nakmofa.

Sang ibu mengatakan, Joanne sudah bangun sejak pukul 06.00. Ia senang karena sebentar lagi ia dan teman-temannya akan jadi murid sekolah dasar.

“Dia senang sekali karena dia punya pikiran kalau sudah jadi murid SD berarti sudah besar. Dia tidak mau dibelikan tas boneka,” ujar Pdt Rien.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini meminta sang ibu untuk memasukkannya ke sebuah sanggar.

“Dia minta kursus keyboard, minta masuk sanggar juga karena dia suka fashion. Jadi sebagai orangtua saya mendukung, yang penting dia tekun,” tuturnya. (*)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved