Wujudkan Lembata Mandiri Bawang, Kanis: Cincin Merah Butuh Rp 2 Miliar

Demikian Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, Selasa (13/6/2017).

Wujudkan Lembata Mandiri Bawang, Kanis: Cincin Merah Butuh Rp 2 Miliar
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Kanis Tuaq 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS KUPANG. COM, LEWOLEBA – “Kami sudah merencanakan program untuk menggenjot potensi pertanian di Kabupaten Lembata. Program pertanian itu kami beri nama cincin merah. Cincin merah ini untuk mewujudkan Lembata mandiri bawang merah. Kami sudah mengajukan permintaan dana Rp 2 miliar.”

Demikian Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (13/6/2017).

Kanis dihubungi terkait penajaman visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur-Thomas Ola Langoday dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan untuk menjadikan Lembata berdaya saing.

Dikatakannya, cincin merah itu merupakan andalan bidang pertanian dan ketahanan pangan. Artinya melalui cincin merah, pihaknya bertekad mewujudkan Lembata mandiri bawang merah.

Selama ini, lanjut dia, kebutuhan bawang merah di Lembata relatif tinggi. Namun untuk memenuhinya, komoditi yang satu itu selalu didatangkan dari luar seperti dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rote Ndao juga Sabu Raijua.

Akan tetapi, lanjut Kanis, apabila bawang merah dibudidayakan di Lembata, maka untuk kebutuhan masyarakat, petani setempat bisa memenuhinya. Dari aspek harga juga tentu lebih murah, karena bawang merah diproduksi petani setempat.

Terkait pelaksanaan cincin merah mewujudkan Lembata mandiri bawang merah, kata dia, telah direncanakan beberapa prioritas. Pertama, penyiapan infrastruktur, berikutnya lahan, eksekusi farm, penyiapan sarana produksi, budidaya dan pemasaran.

Penyiapan infrastruktur, misalnya, pihaknya telah melakukan pendataan atas sumur-sumur bor yang ada di daerah ini. Dari proses pendataan, didapati 28 titik sumur bor yang siap pakai.

Salah satu sumur bor yang siap pakai, lanjut dia, letaknya di dekat rumah mantan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun. Di tempat itu, bukan hanya sumur bor tetapi tersedia pula sekitar 10 hektar lahan yang siap diolah.

Untuk budidaya bawang merah, ungkap Kanis, akan dibentuk kelompok tani, pemuda tani dan komunitas kecil lainnya yang akan digandeng untuk menekuni usaha tersebut.

Mengenai permohonan dana Rp 2 miliar untuk mendukung rencana itu, ia mengatakan, pihaknya telah mengajukan permintaan anggaran senilai Rp 2 miliar. Sesuai rencana, dana sebesar itu untuk budidaya bawang merah pada lahan seluas 40 hektare.

Sesuai rencana, kata Kanis, setiap satu hektar dana yang dialokasikan senilai Rp 50 juta. Olehnya, pada lahan 40 hektar tersebut dana yang dihabiskan Rp 2 miliar. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved