Ini Alasan Mengapa Petani Watu Wangka Tidak Kerja Sawah

Gara-gara bendungan rusak, warga mendatangi DPRD Manggarai Barat. Ini yang dikuatirkan warga

Ini Alasan Mengapa Petani Watu Wangka Tidak Kerja Sawah
Pos Kupang/Servan Mammilianus
Warga Watu Wangka datangi DPRD Manggarai Barat 

Laporan wartawan Pos Kupang, Servan Mammilanus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sejak jebol dan roboh akibat banjir pada 17 Maret 2017, bendungan irigasi Lengkong Nio di Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), hingga Bulan Juni 2017 ini atau sudah tiga bulan belum diperbaiki.

Padahal para petani sudah melaporkan ke pemerintah kabupaten setempat, lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas PU.

Petugas dari BPBD dan PU juga sudah meninjau langsung bendungan itu, bersama Ketua DPRD Mabar Blasius Jeramun, beberapa waktu lalu.

Saat ini para petani tidak bisa mengerjakan sawahnya dan terancam mengalami kelaparan.

"Bendungan itu untuk mengairi sawah Lengkong Nio dan Lengkong Angkor. Total luas lahan sawah di dua lokasi itu seratus hektar. Dalam setahun dua kali tanam. Tahun 2017 ini gagal karena pada musim tanam pertama tergenang banjir saat bendungan jebol. Sedangkan musim tanam kedua tidak bisa dikerjakan karena bendungan belum diperbaiki sehingga tidak ada air," kata Sekretaris Desa Watu Wangka, Petrus Mudin bersama Ketua Kelompok Tani Harapan Bersama, Andreas Aban.

Keduanya didampingi dua tokoh masyarakat, Theodorus Sukur dan Bonevasius Gaut.

Mereka ditemui di gedung DPRD Mabar pada Hari Rabu (14/6/2017), saat hendak menemui Ketua DPRD untuk mendapat kepastian, kapan perbaikan bendungan mereka. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved