Tokoh Masyarakat Sumba Barat Minta Pancasila Masuk Kurikulum

Tokoh masyarakat Sumba Barat meminta pemerintah memasukkan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan nasional mulai tingkat sekolah dasar hingga perguru

Tokoh Masyarakat Sumba Barat Minta Pancasila Masuk Kurikulum
petrus piter
POS KUPANG/PETRUS PITER APEL -Tokoh masyarakat Sumba Barat membacakan pernyataan sikap di hadapan Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole dan seluruh peserta apel peringat Hari Lahirnya Pancasila ke-72 di lapangan upacara Kantor Bupati Sumba Barat, Rabu (7/6/2017). 

POS KUPANG.COM, WAIKABUBAK- Tokoh masyarakat Kabupaten Sumba Barat mengeluarkan pernyataan sikap tetap setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dalam semangat kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tokoh masyarakat Sumba Barat meminta pemerintah memasukkan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan nasional mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi sebagai salah satu pelajaran wajib bagi anak bangsa.

Dengan pemahaman nilai-nilai luhur Pancasila secara dini, maka anak-anak memahami sejarah perjuangan pembentukan negara Indonesia dan komitmen mempertahankan NKRI tetap jaya di masa sekarang dan akan datang.

Pernyataan sikap bersama tokoh masyarakat Sumba Barat, ini dibacakan secara bersama-sama saat apel bendera memperingati Hari Lahirnya Pancasila ke-72 tanggal 1 Juni 2017 yang dipadukan dengan perayaan HUT Lansia di lapangan upacara Kantor Bupati Sumba Barat, Rabu (7/6/2017).

Tokoh masyarakat terdiri dari Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, S.P, Ketua MUI Abdullah Bamualim, Perwakilan Gereja Santo Petrus dan Paulus Waikabubak, Romo Constatinus Ngajo, Pr, Ketua FKUB Kabupaten Sumba Barat, Pendeta Agustinus Ratundima, S.Th

Ketua Pemuda GKS, Ronald Dondu, S.STP, aliran kepercayaan marapu, Rato Lado Regi Tera, tokoh perempuan, Dra.M.H.W. Monteiro Dapawole,

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Matjuru L.Djaga, Pemuda Katolik, Leba Marawali, Ketua PHDI, Ketut Putra Adhyana, S.IPem, Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa, Paul Samapati dan para camat se- Kabupaten Sumba Barat serta perwakilan lurah dan kepala desa.

Menurut tokoh masyarakat, pasca reformasi pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, terutana di kalangan generasi muda sangat kurang.

Sudah waktunya Pancasila kembali dimasukan ke kurikulum pendidikan nasional agar anak-anak secara dini belajar tentang nilai-nilai luhur Pancasila dan dapat diaplikasikan seiring perkembangannya.(pet)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help