Jadi Juara Tinju Kelas Dunia, Tibo Bilang Butuh Disiplin

Untuk memperoleh prestasi dalam olahraga tinju dibutuhkan kedisiplinan. Baik disiplin berdoa, latihan maupun disiplin menjalani pantang, seperti tidak

Jadi Juara Tinju Kelas Dunia, Tibo Bilang Butuh Disiplin
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Tibo Monabesa 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM -- Untuk memperoleh prestasi dalam olahraga tinju dibutuhkan kedisiplinan. Baik disiplin berdoa, latihan maupun disiplin menjalani pantang, seperti tidak merokok dan meneguk minuman keras.

Kedisiplinan seperti itu yang dilakukan Tibo Monabesa dalam mengembangkan bakat dan ketrampilan di dunia tinju. Pria kelahiran Oelolok, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU, 10 Juni 1990 itu adalah petinju dengan peringkat keenam WBC dan peringkat ke 11 WBA.  

Ditemui Pos Kupang di Kantor Bupati TTU, Jumat (9/6/2017), petinju kelas terbang ini mengatakan, dirinya sejak kecil memiliki cita-cita menjadi petinju namun bakat itu tidak bisa dikembangkan di tanah kelahirannya sehingga ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta setelah tamat SMAN 2 Kefamenanu. Di Jakarta, ia sebagai sopir angkot di wilayah Tangerang selama dua tahun.   

Putra dari pasangan Raimundus Besah (alm) dan Sisilia Opat ini adalah sosok pekerja keras. Sebelum terjun ke dunia tinju, ia menjadi buruh bangunan di Kota Kefamenanu, termasuk buruh bangunan saat membuat pagar tembok di Kantor Bupati TTU bersama ayahnya yang juga seorang tukan bangunan.   

Tibo bergabung dengan Sasana Armin Tan Jakarta lima tahun lalu. Ia adalah salah satu petinju yang sudah tiga kali mengalahkan petinju asal Philipina. Hal itu diakui manajer sakaligus pelatihnya, Armin Tan. Tibo berhasil merebut sabuk juara WBC Internasional setelah menang angka mutlak atas petunju Filipina, Rene Patilano pada pertarungan Januari 2017 lalu di Jakarta.

Tibo Monabesa
Tibo Monabesa (POS KUPANG/TENI JENAHAS)

Menurut Tibo, masyarakat TTU khususnya generasi muda memiliki banyak bakat dan kemampuan dan dunia olahraga dan tarik suara. Namun hal itu kurang dikembangkan secara baik sehingga prestasi yang diraih masih sebatas lokal dan regional. Ia mengajak masyarakat Biinmafo untuk menunjukan prestasi hingga ke level nasional dan internasional seperti yang ia sudah lakukan dalam dunia tinju.  

Menurut Tibo, dalam mengelola bakat dan kemampuan memang membutuhkan kedisiplinan yang tinggi. Kedisiplinan membuat seseorang menjadi profesional dalam bidangnya. 

"Di bumi Biinmafo ini banyak orang punya bakat olahraga, sepak bola, tinju, badminton dan tarik suara, hanya belum dikembangan dengan baik. Saya ajak mari kita tunjukan prestasi kita di tingkat nasional dan internasional," kata petinju yang sedang merintis kariernya menuju level dunia.*

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved