Masyarakat Harus Aktif Perangi Narkoba

Permasalahan narkoba sebenarnya permasalahan masyarakat, terjadi di lingkungan masyarakat, yang merasakan kerugian dan menderita juga masyarakat.

Masyarakat Harus Aktif Perangi Narkoba
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
RAKOR - Para peserta rakor narkoba sedang mengikuti kegiatan di Hotel Flores Mandiri, Rabu (7/6/2017).

POS KUPANG.COM, ENDE - Permasalahan narkoba sebenarnya permasalahan masyarakat, terjadi di lingkungan masyarakat, yang merasakan kerugian dan yang menderita juga masyarakat. Karena itu, masyarakat harus ikut berperan aktif sesuai kewenangan, keahlian dan peran masing masing dalam upaya menanggulangi masalah narkoba. Tanpa peran serta, kerja sama dan partisipasi masyarakat, tidak mungkin mewujudkan Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala Badan Nasional Narkoba Provinsi NTT, Drs. Muhamad Nur, S.H, M.Hum mengatakan hal itu saat membuka rapat kerja pengembangan kebijakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan pendidikan, di Aula Hotel Flores Mandiri, Kota Ende, Rabu (7/6/2017).

Karena itu, permasalahan dan akibat buruk narkoba perlu diinformasikan ke seluruh masyarakat agar masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman yang benar dan memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba.

Untuk mempercepat transformasi ke masyarakat perlu bergandengan tangan dan melibatkan para tokoh-tokoh kunci yang ada di suatu wilayah kabupaten/kota. "Tokoh kunci itu diharapkan akan bertindak sebagai agen atau fasilitator yang dapat memfasilitasi, mengadvokasi dan menggerakkan masyarakat dalam upaya P4GN sehingga masyarakat terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan kejahatan lainnya," kata Muhamad.

Dikatakannya, program P4GN dilakukan melalui pendekatan di empat lingkungan, yaitu lingkungan masyarakat, lingkungan kerja pemerintah, lingkungan dunia usaha/swasta dan lingkungan pendidikan.

Tujuannya meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan para stakeholder di lingkungan pendidikan akan bahaya, dampak buruk dan permasalahan narkoba sehingga ikut berperan aktif menanggulangi permasalahan narkoba guna menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan bebas narkoba.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini 40 orang, yakni pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ende, Pejabat dari UPT wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan para Kepala Sekolah SLTP dan SLTA dari wilayah Kabupaten Ende. (rom)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved