Kejati Sudah Surati Dua Kali, Tersangka Kontraktor Tambak Garam di Sabu Terancam Dijemput Paksa

Tersangka DK, kontraktor PT Somba Hasbo, dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2014- 2015 yang sum

Kejati Sudah Surati Dua Kali, Tersangka Kontraktor Tambak Garam di Sabu Terancam Dijemput Paksa
PK/EDI HAYONG
Kajati NTT, Sunartha, S.H, MH, ketika memberikan keterangan kepada wartawan di ruang rapat Kejati NTT, Rabu (7/6/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Tersangka DK, kontraktor PT Somba Hasbo, dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2014- 2015 yang sumber anggaran APBD Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp 90 miliar terancam dijemput paksa.

Pasalnya, pihak Kejati NTT sudah menyurati pemanggilan yang kedua namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan.

Jika panggilan ketiga belum datang maka langkah berikutnya adalah penjemputan paksa terhadap tersangka, DK yang saat ini berada di Sabu Raijua.

Kepala Kejati (Kajati) NTT, Sunartha, S.H, MH, menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang rapat Kejati NTT, Rabu (7/6/2017). Turut mendampingi Asisten Intel Kejati NTT, Kahumas, Sherli Manutede, S.H, MH.

Sunartha mengatakan, dalam kasus tambak garam di Sabu Raijua ini, pihaknya beberapa waktu lalu telah menetapkan dua orang kontraktor sebagai tersangka ditambah Kepala Dinas Perdagangan Sabu Raijua, Lewi Tandirura dan Nicodemus R Tari, ST, selaku PPK juga sudah tersangka.

Dari empat tersangka ini, tiga orang sudah ditahan yakni, Lewi Tandirura dan kontraktor berinisial HJW dari PT Surya Mekar Raya dan Nicodemus R Tari. Sementara kontraktor DK sebenarnya sudah dipanggil yang pertama bersama HJW namun yang bersangkutan tidak hadir. Untuk itu, katanya, Kejati NTT mengeluarkan surat pemanggilan yang kedua namun tetap tidak hadir.

"Harusnya hari ini (Rabu, 7/6/2017,Red) DK hadir untuk pemeriksaan tetapi istrinya menyampaikan kalau DK ada urusan di Sabu Raijua. Kita akan keluarkan surat pemanggilan ketiga jika tidak hadir lagi maka upaya lanjutan adalah dijemput paksa. Sampai saat ini memang baru tiga orang ini sebagai tersangka tetapi kita tetap kembangkan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Provinsi Nusa Tenggara Timur, menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2014- 2015 yang sumber anggaran APBD Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp 90 miliar.

Dalam kasus ini, Kejati NTT terlebih dahulu telah menetapkan status tersangka kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua, Lewi Tandirura sebagai tersangka (kini sudah terdakwa,Red). Dua tersangka baru itu yakni, kontraktor berinisial HJW dari PT Surya Mekar Raya dan kontraktor berinisial DK dari PT Somba Hasbo.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Sunartha, S.H, MH, menyampaikan hal ini kepada wartawan di Kejati NTT, Senin (29/5/2017).

Sunartha mengungkapkan, terkait dengan kasus tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua, pihaknya telah melakukan pengembangan terhadap kasus ini dan mendapati dua tersangka baru sebagai kontraktor proyek.

Dua tersangka baru ini merupakan kontraktor masing-masing berinisial HJW dari PT Surya Mekar Raya dan DK dari PT Somba Hasbo. Dalam kasus tersebut kedua orang tersangka itu berperan sebagai kontraktor pelaksana dengan sudah mengantongi kontrak proyek.

Keduanya, sudah mengambil uang muka proyek tambak garam bahkan sudah melakukan pencairan dana sekitar 70 persen dari proyek namun pekerjaan masih mangkrak. Sementara, sejak 2015 hingga 2016 target pembangunan garam seluas 140 hektare ternyata baru terealisasai 51 hektare, namun dana sudah dibayarkan ke kontraktor pelaksana sekitar 80 persen.

Untuk diketahui, dalam kasus proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2014- 2015 yang sumber anggaran APBD Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp 90 miliar diduga merugikan negara sebesar Rp 36, 5 miliar.*

Penulis: Edy Hayong
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved