PosKupang/

Selusuri Makam 'Pangeran Raja Atas Angin', Keturunan ke 9 Sunan Gunung Jati

Di sebelah makam sang pangeran, terdapat makam istrinya yakni Nyimas Rangga Wuluh.

Selusuri Makam 'Pangeran Raja Atas Angin', Keturunan ke 9 Sunan Gunung Jati
TRIBUNJABAR/MUMU MUJAHIDIN
Makam Syekh Maulana Muhammad Syafei alias Pangeran Raja Atas Angin. 

POS-KUPANG.COM--Suasana senyap sangat terasa saat memasuki Makam Keramat Syekh Maulana Muhammad Syafei, yang juga dikenal sebagai Pangeran Raja Atas Angin.

Makam tersebut berada di RT 07/RW 07, Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Di sebelah makam sang pangeran, terdapat makam istrinya yakni Nyimas Rangga Wuluh.

Di kompleks yang sama juga dimakamkan dua anak perempuan sang pangeran yakni Nyimas Rangga Wulan dan Nyimas Rangga Wayan.

Menurut Ii Prawira Suganda selaku pendiri Yayasan Syekh Maulana Muhammad Syafei, Pangeran Raja Atas Angin adalah keturunan langsung Sultan Ageng Tirtayasa atau keturunan kesembilan dari Sultan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

"Syekh Maulana Muhammad Syafei merupakan pelopor syiar Islam di sejumlah wilayah di Jawa Barat, mulai dari Cisewu, Garut, hingga Surade, Sukabumi," ujar Ii kepada Tribun Jabar di kediamannya, Minggu (28/5).

Dalam syiarnya menyebarkan agama Islam, kata Ii, Syekh Maulana mendirikan sebuah pesantren sederhana yang disinggahi oleh santri-santri yang berasal dari penduduk setempat dan sekitarnya di Cijenuk.

Dalam syiar ini, Syekh Maulana dibantu oleh Eyang Jaga Wadana, Eyang Jaga Raksa, dan Eyang Jaga Wulan.

Keempat tokoh ini dipandang sangat berperan dalam upaya pengembangan agama Islam, khususnya di daerah Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya.

Dalam perkembangannya, keturunan Syekh Maulana Muhammad Syafei mendirikan banyak pesantren di berbagai tempat

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help