Sabinus Tersenyum Resmikan Lembaga Layanan Psikologi Pertama di Provinsi NTT

Tak seperti kegiatan seremoni lainnya, peresmian lembaga tersebut dilakukan di ruang terbuka, di bawah naungan pohon

Sabinus Tersenyum Resmikan Lembaga Layanan Psikologi Pertama di Provinsi NTT
POS KUPANG/EUGENIUS MO'A
Rektor Unipa, Ir.Angelinus Vincentius, MSi melepas balon udara disaksikan Ketua Yayasan Unipa, Drs.Sabinus Nabu dan Ketua Lembaga Layanan Psikologi dan TPA, Geri Gobang pada persemian Lembaga Layanan Psikologi dan TPA,Senin (5/6/2017). 

POS KUPANG.COM, MAUMERE --Wajah Ketua Yayasan Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Drs. Sabinus Nabu tampak berbinar-binar, Senin (5/6/2017) pagi. Hari itu lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Sikka itu meresmikan Lembaga Layanan Psikologi dan Tempat Penitipan Anak (TPA).

"Saya bangga dibukanya layanan psikolgi. Manfaatkan tempat ini untuk praktek secara baik dan benar guna menambah kompetensi. Para psikolog yang bekerja supaya tunjukkan profesional dan junjung tinggi profesionalitas," ujar Sabinus.

Tak seperti kegiatan seremoni lainnya, peresmian lembaga tersebut dilakukan di ruang terbuka, di bawah naungan pohon angsono. Penyelenggara mengemas acara sedemikian rupa sehingga jauh dari kesan formal.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka ini menegaskan,Unipa terus menerus membenahi diri baik terkait sumber daya pengajar maupun fasilitas. Setiap tahun para dosen disertakan mengikuti seleksi program doktoral.

Rektor Unipa, Ir.Angelinus Vincentius, MSi mendukung kehadiran lembaga psikologi pertama di NTT dan Pulau Flores itu. Orang yang bekerja di lembaga ini, kata Angelinus, berasal dari para profesional yang melakukan pelayanan kepada masyarakatat.

"Kami yang pertama di NTT. Kami datang dan hadir di Sikka memberikan pelayanan kepada semua masyarakat. Lembaga psikologi ini bagian dari darma pengabdian untuk masyarakat," ujar Angelinus.

Ketua Lembaga Layanan Psikologi dan TPA, Dr.Jonnas GKD Gobang, Sfil, MA, mengatakan, lembaga ini dilayani para ahli psikologi yang memiliki izin resmi pemerintah dalam menyelenggarakan berbagai layanan psikologi, seleksi, promosi jabatan institusi swasta dan pemerintah.

Selain itu tambahnya, lembaga ini juga menangani wanita dan anak akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual. Penanganan kasus psikopatologi (gangguan kepribadian, pemyimpangan perilaku seksual, gangguang `mood', bunuh diri dan depresi).

Juga korban persekusi atau penahanan sewenang-wenang dilakukan oleh kelompok orang dari organisasi massa tertentu yang viral di media jadi perhatian.
Sementara kasus bunuh diri yang sering terjadi di Sikka dan NTT, juga tak luput dari perhatian lembaga ini.

"Sekitar 90 persen (kasus bunuh diri) dipicu depresi. Kehadiran lembaga ini harus memberi solusi untuk mengatasi berbagai masalah psikologis," kata Geri, sapaan Jonas Gobang.

Pengelola Lembaga Layanan Psikologi dan TPA, Epifania Ladapase, Spsi, MPsi, mengatakan lembaga ini sekaligus menjadi laboratorium observasi program pendidikan psikologi. Untuk pelayanan dilakukan dalam tiga ruang sesuai permasalahnya yakni ruangan Wilhem Wundt untuk konsultasi psikologi dewasa, ruangan Erik Erikson untuk konsultan anak-anak dan ruang Gestal untuk diskusi dan dialog.(ius)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help