PosKupang/

Jaksa Belum Eksekusi Diana Aman, Diputus 9 Tahun, Masih Berstatus DPO

Walaupun begitu, JPU tetap mengharapkan kehadiran Diana Aman di persidangan untuk menyatakan pembelaan atas

Jaksa Belum Eksekusi Diana Aman, Diputus 9 Tahun, Masih Berstatus DPO
ilustrasi

POS KUPANG.COM, KUPANG -Terdakwa Diana Aman, dalam perkara human trafficking, walaupun sudah divonis majelis hakim pada Pengadilan Negeri Klas IA Kupang penjara selama sembilan tahun tetapi masih menyandang status daftar pencarian orang (DPO). Kejaksaan Negeri Kota Kupang masih terus mencari yang bersangkutan walaupun proses hukum masih terus jalan karena pasca putusan majelis, jaksa penuntut umum (JPU) masih menyatakan sikap pikir-pikir.

Walaupun begitu, JPU tetap mengharapkan kehadiran Diana Aman di persidangan untuk menyatakan pembelaan atas putusan yang sudah dijatuhkan majelis hakim. Demikian dijelaskan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Kupang, Ihsan Asri, S.H, MH, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/6/2017).

Ihsan menjelaskan, dalam sidang dengan terdakwa, Diana Aman, tuntutan yang dijatuhkan JPU kepada yang bersangkutan penjara selama 10 tahun. Terhadap putusan itu, JPU menyatakan pikir-pikir dalam tenggang waktu tujuh hari pasca putusan. Terhadap putusan majelis hakim, kata Asri, pihaknya belum bisa melakukan eksekusi terhadap Diana Aman, karena proses persidangan masih berlanjut. Pasalnya, terdakwa masih diberikan ruang untuk menyatakan pendapat terkait putusan itu termasuk JPU juga menyatakan sikap karena vonis dibawa dari tuntutan.

"Kita belum eksekusi karena terdakwa masih punya hak untuk melakukan pembelaan atas putusan majelis. Tetapi kita tetap mencari yang bersangkutan karena saat ini terdakwa dalam status DPO. Kita sudah koordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait dengan status terdakwa sebagai DPO. Kita tentu berharap dia menyerahkan diri secara baik-baik dan menghadiri sidang agar bisa menyatakan pembelaan. Kalau namanya status DPO maka tidak ada batasnya sampai kapanpun kita akan tetap cari keberadaannya," kata Ihsan.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim dalam menyidangkan perkara terdakwa Diana Aman, tidak ada kepentingan apapun. Majelis melaksanakan tugas sesuai aturan. Mengenai adanya dugaan terdakwa bersangkutan kabur tidak benar karena majelis mengabulkan permohonan dari terdakwa untuk peralihan penahanan dari Rutan ke tahanan kota karena sakit. Humas Pengadilan Negeri Kupang, Jemmy Tanjung Utama, S.H, menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/4/2017).

"Jadi perlu diluruskan bahwa terdakwa Diana Aman tidak kabur. Ada permohonan peralihan penahanan karena sakit itu. Majelis hakim tidak punya kepentingan apapun dalam perkara ini. Majelis hanya mengikuti proses di persidangan. Sekarang ini yang kami tahu sudah kembali ke Rutan dibawa pengawasan jaksa. Kenapa dikembalikan lagi ke Rutan karena terdakwa tidak konsekuen sesuai surat permohonan yang diajukan itu," katanya. (yon)

Penulis: Edy Hayon
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help