Pendapatan Wati Jual Takjil per Hari Tembus Rp 1 Juta

Di bulan Ramadan tahun ini, Wati masih melakoni kebiasaanya berjualan menu takjil dan makanan. Dia bersama teman-temannya

Pendapatan Wati Jual Takjil per Hari Tembus Rp 1 Juta
POS KUPANG/APOLONIA MATILDE DHIU
Wati Abdul Salam menjual aneka menu berbuka dan takjil di Jalan Urip Sumohardjo Kupang, Selasa (30/5/2017). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sudah delapan tahun Wati Abdul Salam (46) membuka lapak di depan Halte Bank Mandiri Kupang. Dia menjual berbagai menu takjil (jajanan) untuk berbuka puasa.

Selain menu takjil, ia juga menjual aneka menu makanan seperti kalesong, berbagai jenis sayuran seperti urapan, tumis bunga pepaya, sayur lodeh. Juga aneka daging, ayam goreng, palbakso, dendeng, sate sapi, kambing dan ayam, ikan goreng, sambal goreng daging dan sambal goreng teri.

Di bulan Ramadan tahun ini, Wati masih melakoni kebiasaanya berjualan menu takjil dan makanan. Dia bersama teman-temannya berjualan di Halte Bank Mandiri, Jalan Urip Sumohardjo Kupang.
Wanita asal Kelurahan Kampung Solor, Kota Kupang ini sudah terbiasa berjualan aneka menu makanan karena ia memang memiliki warung. Di bulan puasa, warungnya tutup sementara dan Wati berjualan takjil di lapak sampai pukul 20.00 Wita. Pada malam hari Wati bergeser ke Jalan Garuda, Kampung Solor untuk berjualan di Pasar Malam.

Ditemui Selasa (30/5/2017), Wati sedang melayani pembeli yang memadati Jalan Urip Sumahardjo. Wati bersemangat melayani para pembeli yang datangi lapaknya hari itu pukul 15.30 Wita.

Sambil berbicara dengan pembeli, tangannya lincah membungkus makanan yang dipesan. Dia mencuci dan melap tangan seusai membungkus pesanan pembeli.

Wati mengisahkan, setiap pagi dia bangun sebelum sahur pukul 03.00 Wita. Setelah menyiapkan makanan untuk sahur bersama keluarga, ia bersiap diri pergi ke pasar membelanjakan aneka jenis sayur dan daging. Dalam sehari, ia berbelanja Rp 6 sampai Rp 7 juta.

Tepat pukul 06.00 Wita, Wati kembali ke rumah mengurus anak- anaknya yang akan berangkat ke sekolah. Setelah anak-anaknya ke sekolah, barulah Wati dan ketiga pegawainya memasak berbagai menu dan membuat berbagai jajanan untuk dijual.

Dia menuju Jalan Urip Sumohardjo, Halte Bank Mandiri sekira pukul 11.00 Wita untuk menjual menu makanan yang sudah disiapkannya.

Wati mengatakan, menjual 33 jenis makanan dan 10 jenis menu takjil bersama saudarinya, Jamlah Abudl Salam. Sebagai manusia, tutur Wati, rasa lelah dan godaan pasti banyak pada bulan puasa. Tetapi berkat niat yang tulus kepada Tuhan, ia menjalani puasa sampai tuntas.

Wati mengaku rasa lelah selalu mengintainya, tetapi kalau sudah mendapatkan uang, semua rasa lelah, lapar dan haus akan hilang. Uang yang diperoleh dari hasil jualan di bulan puasa, Wati gunakan untuk membeli pakaian atau sepatu baru untuk Lebaran. "Kami mencari uang di bulan puasa ini untuk lebaran. Misalnya, membeli pakaian baru, sepatu baru. Saya jual 33 jenis manu makanan untuk buka puasa, seperti bunga pepaya, urapan, daging goreng, ayam goreng, palbakso, dendeng ragi, ikan goreng, sayur lodeh, perkedel, pastel, perkedel tahu, aneka sambal," ujar ibu tiga anak ini.

Halaman
12
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help