Asosiasi Futsal NTT Hentikan Even Tak Berijin

Dan turnamen yang tidak memenuhi syarat dapat dibubarkan AFP dan AFK setempat.

Asosiasi Futsal NTT Hentikan Even Tak Berijin
Ferry Ndoen
RAKER - Ketua Umum Asosiasi Futsal Provinsi NTT, Drs. Klemens Meba, MSi dan Ketua Harian AFP NTT, Jimmi Sianto, SE, MM bersama peserta raker AFP NTT tahun 2017, di Aula Badan Diklat NTT, Sabtu (3/6/2016) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Asosiasi Futsal Provinsi NTT berkoordinasi dengan kepolisian akan menghentikan even (turnamen) futsal yang menggelar even namun tidak mendapat rekomendasi dari pihak Asosiasi Futsal Provinsi atau Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota setempat.

Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) AFP NTT, di Aula Badan Diklat NTT, Jalan Fetor Funay, Kelurahan Kolhua, Sabtu (3/6/2017).

Rapat Kerja (Raker) AFP NTT dibuka Ketua Umum Asosiasi Futsal Provinsi NTT (AFP NTT), Drs. Klemens Meba, Msi,
di Aula Badan Diklat NTT, di Jalan Fetor Funay, Kelurahan Kolhua, Sabtu (3/6/2017).

Hadir Ketua Harian AFP NTT, Jimmi Sianto, SE, MM, Wakil Sekretaris, Abdul Muis, S.Sos serta sejumlah pengurus, Karel Muskanan, S.Sos, Msi, Muhchlis Lapitonung, Rudi Mandaling, Aloysius Tani, Ferry Ndoen, Rusdin Bali, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam rapat kerja tersebut, Ketua AFP NTT, Klemen Meba juga menyampaikan AFP NTT akan menggelar Turnamen Futsal memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum AFP NTT yang akan berlangsung di Ende memeriahkan hari Sumpah Pemuda pada bulan Oktober 2017 mendatang..

Agenda yang dibahas dalam Raker AFP NTT tahun 2017 berupa program organisasi tahun 2017 diantaranya, konsolidasi dan penguatan Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota diantaranya upaya AFP NTT menyelesaikan tahapan terlaksananya pembentukan asosiasi futsal kabupaten/kota untuk masa kepengurusan empat tahun.

Hal lainnya yang ditekankan dalam raker tersebut, yakni agar waktu pembentukan asosiasi futsal kabupaten/kota se NTT paling lambat tanggal 31 Agustus 2017 mendatang.

Selain itu, hasil Raker AFP NTT juga menyepakati serta mengesahkan penertiban turnamen (even) futsal mengacu pada aturan dan statuta AFP NTT.

Intinya, semua jenis penyelenggaraaan turnamen futsal di wilayah NTT harus mendapatkan rekomendasi dan atas sepengetahuan Asosiasi Futsal Provinsi NTT. Dan turnamen futsal yang tidak memenuhi syarat dapat dibubarkan (dihentikan) AFP atau AFK setempat.

AFP berkoordinasi dengan Polda NTT untuk tidak memberikan ijin keramaian setiap turnamen futsal tanpa didahului rekomendasi dari AFP. Dan turnamen yang tidak memenuhi syarat dapat dibubarkan AFP dan AFK setempat.

Rekomendasi lainnya hasil raker AFP NTT, yakni AFP dan AFK berhak memberikan sanksi kepada wasit yang memimpin turnamen tanpa rekomendasi dari AFP. Dan seluruh keputusan dalam Raker AFP NTT mulai berlaku tanggal 5 Juni 2017.

Dalam Raker AFP NTT juga dibahas terkait data base SDM futsal NTT terkait pendataan jumlah wasit dan pelatih berlisensi.

Hal yang urgen lain yang dibahas dalam raker yang dipandu langsung Ketua Harian AFP NTT, Jimmi Sianto, yakni telah diterbitkan surat mandat kepada delapan kabupaten untuk membentuk badan pengurus baru, yakni Kabupaten Belu, TTU,TTS, Sabu Raijua, Flotim, Alor, Ende, Sumba Timur.

"Kepengurusan Asosiasi Futsal Kabupaten Ende sudah diterbitkan dan ditandatangani Ketum AFP NTT, Drs. Klemen Meba," tegas Jimmi. (fen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved