VIDEO: Berburu Rupiah di Bulan Ramadhan, Jual Takjil Untuk Beli Baju Lebaran

Sudah delapan tahun Wati Abdul Salam (46) selalu membuka lapak di depan Halte Bank Mandiri Kupang untuk menjual berbagai menu takjil (jajanan) untuk b

Laporan wartawan Pos Kupang, Apolonia Matilde Dhiu

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sudah delapan tahun Wati Abdul Salam (46) selalu membuka lapak di depan Halte Bank Mandiri Kupang untuk menjual berbagai menu takjil (jajanan) untuk berbuka puasa.

Selain menu takjil, ia juga menjual aneka menu makanan, seperti kalesong, berbagai jenis sayuran seperti (urapan, tumis bunga pepaya, sayur lodeh), aneka daging seperti, ayam goreng, palbakso, dendeng, sate sapi, kambing dan ayam, ikan goreng, dan aneka sambal seperti sambal goreng daging dan sambal goreng teri.

Di bulan Ramadhan kali ini, ia masih melakoni kebiasaanya berjualan menu takjil dan makanan seperti sedia kala, walaupun dalam keadaan berpuasa. Seperti halnya teman- temanya yang juga berjualan di Halte Bank Mandiri Kupang, Jalan Urip Sumohardjo.

Wanita berjilbab asal Kelurahan Kampung Solor, Kota Kupang ini memang sudah terbiasa berjualan aneka menu makanan karena ia sendiri memiliki warung. Di bulan puasa, warungnya ia tutup sementara dan ia berjualan di lapak ini sampai pukul 20.00 Wita. Pada malam hari ia bergeser ke Jalan Garuda, Kampung Solor untuk berjualan di Pasar Malam.

Ditemui Pos Kupang, Selasa (30/5/2017), Wati sedang melayani pembeli yang mulai memadati Jalan Urip Sumahrdjo untuk membeli takjil maupun menu berbuka puasa. Wajahnya pucat kering, tetapi ia tetap bersemangat melayani para pembeli.

Maklum, jam sudah menunjukkan pukul 15.30 Wita, dan ia sudah berpuasa sejak pagi. Selain mulutunya komat-kamit berbicara dengan pembeli, tanganya juga lincah membungkus makanan ataupun segera mencuci tangan dan melap tangan usai membungkus pesanan pembeli.

Kepada Pos Kupang yang mengajak ngobrol denganya, ia sangat bersemangat. Wati mengisahkan, setiap pagi, ia bangun sebelum sahur, yakni pukul 03.00 Wita. Setelah menyiapkan makanan untuk sahur bersama keluarga, ia kemudian bersiap diri pergi ke pasar untuk membelanjakan aneka jenis sayur dan daging. Dalam sehari, ia berbelanja hingga Rp 6-7 juta.

Tepat pukul 06.00 Wita, ia kembali ke rumah mengurus anak-anaknya yang akan berangkat ke sekolah. Setelah anak-anaknya sudah ke sekolah, barula ia dan dan ketiga pegawainya memasak berbagai menu dan membuat berbagai jajanan untuk di jual. Setelah semuanya disiapkan, ia mulai berjualan di Jalan Urip Sumohardjo, Halte Bank Mandiri sekitar pukul 11.00 Wita.

Ia mengatakan, ia menjual 33 jenis makanan dan 10 jenis menu takjil bersama saudarinya, Jamlah Abudl Salam. Sebagai manusia, rasa lelah dan godaan pasti banyak pada bulan puasa. Tetapi, berkat niat yang tulus kepada Tuhan, ia menjalani puasa sampai tuntas.

Halaman
123
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help