Hanya untuk Bayar Uang Sekolah, Gadis Keturunan Jerman-Austria Lelang Keperawanan Rp 1,4 Miliar

Dia berharap, uang yang diperolehnya kelak itu bisa digunakan untuk membeli mobil mewah, membayar sekolah, dan memiliki apartemen.

Hanya untuk Bayar Uang Sekolah, Gadis Keturunan Jerman-Austria Lelang Keperawanan Rp 1,4 Miliar
Istimewa/Cinderella Escorts
Wajah wanita yang mengaku bernama Kim siap menjual virginitasnya demi mendapatkan mobil mewah dan harta lainnya 

POS-KUPANG.COM, DORTUMUND -- Seorang gadis keturunan Jerman-Austria berusia 18 tahun, nekat melelang keperawanannya secara online (daring).

Dia berharap, uang yang diperolehnya kelak itu bisa digunakan untuk membeli mobil mewah, membayar sekolah, dan memiliki apartemen.

Gadis yang menyebut dirinya sebagai "Kim" itu, mendaftarkan niatnya itu dalam situs penyedia gadis pendamping yang, menurut dia, akan membantunya mendapatkan uang dan "mengejar mimpi".

Situs tersebut juga menyediakan dokter yang akan mengonfirmasi kebenaran status "perawan" dari para gadis tersebut.

Dilansir harian Daily Mail, Senin (29/5/2017), keperawanan Kim dijual dengan harga pembukaan 100.000 euro atau setara Rp 1,4 miliar.

Tentu saja, harga itu akan terus naik, dan penawar tertinggilah yang akan mendapatkannya.

Jika nantinya keperawanan Kim sukses dilelang, 20 persen dari hasil "penjualan" menjadi milik situs tersebut.

Selain itu, pihak pengelola situs akan mendampingi sang klien ke mana pun ketika berjumpa dengan sang pembeli, hingga proses transaksi tuntas.

"Apakah aku harus menyerahkan keperawananku kepada pria yang mungkin akan putus cinta denganku? Atau, lebih baik menjualnya dan mendapat uang?" ujar Kim dalam situs tersebut.

Dirinya mengaku terinspirasi dari seorang gadis Ukraina bernama Alexandra Khefren, yang mendapatkan 2,3 juta euro (Rp 34,1 miliar) dari seorang pebisnis dari Hong Kong.

Kim pun menyatakan, dia yakin uang yang diperolehnya dari menjual keperawanan akan melampaui uang yang didapat Alexandra itu.

Situs tempat Kim menjual keperawanannya itu dikelola seorang pria 26 tahun asal Jerman bernama Jan Zakobielski, dari ruang bawah tanah kediaman ibunya, dan tentu saja tanpa sepengetahuan sang ibu.

"Tidak ada yang memengaruhi wanita-wanita muda ini dengan keinginannya. Mereka punya pemikiran dan opini masing-masing," ucap Zakobielski. (Bangka Pos.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help