HATI-HATI! Banyak Barang Kadaluwarsa Jual di Labuan Bajo

Saat ini banyak barang yang kadaluwarsa masih dipajang di tempat jualan. Sebaiknya anda harus memperhatikan masa berlakunya, sebelum membelanjakan bar

HATI-HATI! Banyak Barang Kadaluwarsa Jual di Labuan Bajo
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Barang-barang kadaluarsa yang disita petugas tim gabungan, saat tiba di Polres Mabar, Senin (29/5/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servantinus Mammilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Warga Labuan Bajo dan sekitarnya, harap berhati-hati saat belanja di pasar, kios, toko atau mini market.

Saat ini banyak barang yang kadaluwarsa masih dipajang di tempat jualan. Sebaiknya anda harus memperhatikan masa berlakunya, sebelum membelanjakan barang yang anda inginkan.

Selain kadaluarsa, banyak juga barang yang diragukan keabsahannya karena tidak tertera nomor registrasi serta masa berlakunya, termasuk barang ekspor.

Terdapat juga barang-barang yang sudah rusak dan tidak layak namun masih tetap dipajang di tempat jualan.

Barang-barang tersebut, antara lain minuman ringan dalam botol dari sejumlah merk, makanan ringan, jamur, pewarna rambut, mentega serta beberapa barang lainnya.

Sejumlah barang tersebut disita oleh petugas gabungan, saat melakukan pengecekan pada Hari Senin (29/5/2017) di kota Labuan Bajo. Tim tersebut terdiri dari, antara lain pihak kepolisian; Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Diduga masih banyak barang yang kadaluarsa dan tidak punya nomor registrasi masih beredar di Flores Barat itu.

"Penjual atau pemilik mini market segera kami panggil dan akan dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Intinya,terkait barang-barang kadaluwarsa, barang-barang yang tidak ada nomor registrasi atau rusak, kami akan konfirmasi ke pemiliknya," kata Kasat Narkoba Polres Mabar, IPTU Moses Langgut.

Dia ditemui usai pemeriksaan barang-barang di beberapa mini market pada Hari Senin itu.

Pemeriksaan disejumlah toko,kios dan minimarket kata dia,masih terus berlanjut oleh regu lainnya.

Sementara itu petugas dari Dinas Kesehatan Mabar, Adrianus Ojo, menyampaikan bahwa produk pangan industri rumah tangga yang turut dijual di mini market, banyak yang turut disita karena tidak terdapat nomor register.

"Aturannya, produk itu harus mendapat register. Selain itu, orang yang membuat produk tersebut juga harus mendapat sertifikat penyuluhan keamanan pangan," kata Adrianus di sela-sela pemeriksaan barang.*

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved