Sebelum Dipulangkan ke Jakarta Jonru Ginting Sempat Minta Maaf kepada Camat Alok, Ini Alasannya

Fitri menuturkan, Jonru paham dengan kondisi yang dihadapinya. Fitri menilai Jonru cukup matang menyikapi situasi yang

Sebelum Dipulangkan ke Jakarta Jonru Ginting Sempat Minta Maaf kepada Camat Alok, Ini Alasannya
Pos Kupang/Egy Moa
Jonru Ginting (baju putih) diapit anggota Polres Sikka dari Pelabuhan Lorens Say, Pulau Flores, Jumat (26/5/2017) 

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Kehadiran Jonru Ginting yang mengaku dari Akrom Foundation di Desa Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, sejak Rabu (24/5/2017) pukul 16.15 Wita menimbulkan reaksi sekelompok warga.

Jonru sempat minta maaf kepada Camat Alok, Fitri Kristiani yang menemuinya di ruang tunggu Bandara Frans Seda Maumere, Jumat (26/5/2017) siang. Fitri menemui Jonru setelah Jonru bersama mitranya Hermansyah, oknum guru di SDI Pemana dilarikan ke Bandara Frans Seda sebelum bertolak ke Jakarta dengan pesawat Nam Air.

Fitri menuturkan, Jonru paham dengan kondisi yang dihadapinya. Fitri menilai Jonru cukup matang menyikapi situasi yang dihadapinya. "Pak Jonru menyampaikan minta maaf karena ada prosedur yang dilangkahinya. Dia mengatakan, kejadian yang dialaminya menjadi pembelajaran ke depan," ujar Fitri.

Kepada Camat Fitri, Jonru mengaku dari Akrom Foundation. Lembaga itu berbadan hukum resmi yang mempunyai misi kemanusiaan, membantu sesama lintas agama dan lintas wilayah. Donatour lembaga ini digalang melalui media sosial, mengajak saling membantu sesama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Fitri menyarankan kepada Jonru, bila melakukan kegiatan di masa mendatang supaya melaporkan lebih awal kepada pemerintah setempat, sehingga tidak menimbulkan prasangka dari warga.

"Saya juga sampaikan kenapa Pak Jonru dipandang radikal. Karena ada interprestasi dari para pihak terhadap status Pak Jonru. Saya juga minta jika ada kesan kurang ramah dari masyarakat supaya dimaklumi. Tapi jangan dibawa ke Jakarta dan disebarluaskan. Sikap dan tindakan masyarakat semata karena kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan anti radikalisme," kata Fitri.

Fitri mengatakan, pemerintah belum memiliki bukti mengenai aktivitas masyarakat yang meresahkan pasca kehadiran Jonru. Fitri menjelaskan, dialognya dengan Jonru agar dia memahami sikap pemerintah dan masyarakat. Bila suatu waktu kembali lagi ke Maumere, Sikka supaya mematuhi prosedur di pemerintahan.

Pejabat Kepala Desa Pemana, Kecamatan Alok, Aloysius GN Parera, mengatakan, sepak terjang Jonru selama dua hari di Pemana diyakini tidak mempengaruhi masyarakat setempat. Kehidupan masyarakat Pemana yang rukun tidak akan terusik.

"Masyarakat Pemana tidak aneh-aneh. Buktinya saya pejabat kepala desa di sana selama satu tahun lebih, padahal penduduk 100 persen warga muslim. Relasi sosial kemasyarakatan sangat baik. Dia datang ketemu batunya," kata Aloysius. (ius)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved