Inilah Pelajaran Berharga dari Kematian Dua Traveler di Ende

Berita tersebut dalam sekejap menjadi viral di media sosial, berulangkali dibagi, menyebar luas dan ramai diperbincangkan.

Inilah Pelajaran Berharga dari Kematian Dua Traveler di Ende
istimewa
Tubagus, korban tewas di Hotel Safari Ende 

POS KUPANG.COM -- Kematian dua traveler asal Jakarta, Vindhya Birahmatika Sabnani (VBS) dan rekannya Tubagus S Sadly (TSS) di dalam kamar mandi Hotel Safari Ende, Rabu (24/5/2017), sungguh mengejutkan banyak pihak.

Berita tersebut dalam sekejap menjadi viral di media sosial, berulangkali dibagi, menyebar luas dan ramai diperbincangkan. Dua orang itu memang populer di kalangan traveler. Mereka suka bepergian ke mana-mana. Sejumlah lokasi wisata di Provinsi NTT pernah mereka jejaki.

VBS dan TSS masuk hotel pada Selasa (23/5/2017) pukul 18.00 Wita dan seharusnya keluar (check out) Rabu (24/5/2017) pukul 12.00 Wita. Namun, hingga berselang satu jam kemudian tidak ada tanda-tanda akan tinggalkan hotel. Karyawan hotel pun mengecek keberadaan mereka di kamar. Pintu terkunci dan tidak ada tanggapan apapun dari dalam. Karyawan hotel lapor polisi. Polisi membuka pintu kamar hotel secara paksa dan menemukan mereka sudah tidak bernyawa lagi.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian VBS dan TSS. Namun, dugaaan sementara mereka tersetrum listrik. Dugaan ini disampaikan Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim. Ardiyan mengatakan, berdasarkan keterangan dokter yang melakukan visum luar, ditemukan luka bakar seperti terkena setrum pada jenazah VBS dan TSS yang kemarin pagi sudah diterbangkan ke daerah asalnya.

Kita turut berduka cita atas kepergiaan VBS dan TSS untuk selama-lamanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi peristiwa ini. Kejadian di Ende itu sungguh "sentilan" yang tidak diharapkan di tengah gencarnya Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan seluruh jajarannya di daerah begitu gencar mempromosikan obyek pariwisata NTT ke seluruh dunia. NTT yang kini giat kampanyekan diri sebagai the New Tourism Territory terusik oleh kematian dua wisatawan domestik tersebut.

Jika dugaan polisi benar soal penyebab kematian, maka banyak orang segera merekam kesan kuat bahwa hotel atau penginapan di NTT tidak aman dan nyaman bagi para tamunya. Bisa dibayangkan kalau hotel tempat para wisatawan menginap justru menjadi masalah yang fatal bagi mereka. Hal semacam ini akan berdampak langsung pada kurangnya daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah kita.

Kisah kematian dua traveler hendaknya jangan dipandang sebelah mata atau dianggap sekadar musibah biasa. Ende dengan danau tiga warna Kelimutu merupakan destinasi wisata yang sudah mendunia. Banyak orang pasti ingin ke sana. Kejadian ini bisa menjadi pukulan berat bagi Pemerintah Kabupaten Ende dan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sejak lama promosikan pariwisata.

Polisi hendaknya mengusut tuntas penyebab kematian itu agar menjadi jelas bagi keluarga korban dan publik. Pelajaran penting lainnya, manajemen hotel di daerah ini patut berkaca dari peristiwa itu untuk berbenah diri. Beri kenyamanan dan keamanan bagi tamu merupakan keniscayaan. Biarkan mereka merasa seperti di rumah sendiri. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved