VIDEO

VIDEO: Nita dan Kristin Dua Anak SD ini Menjual Koran Hingga Lampu Merah padam

Nita Misa (12), Kristin (11), murid kelas 6 dan 5 SD itu mengaku berjualan koran di perempatan jalan El Tari Kupang agar bisa membantu mamanya.

Laporan wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Nita Misa (12), Kristin (11), murid kelas 6 dan 5 SD itu mengaku berjualan koran di perempatan jalan El Tari Kupang agar bisa membantu mamanya sehingga bisa mencukupi kebutuhan makan minum keluarga dan mendapat uang jajan. Dan mereka berjualan dari pukul 14.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita atau saat lampu merah (traffic light) padam.

"Pulang sekolah jam 12 siang, saya pulang rumah dulu, ganti pakaian, baru bantu mama jual koran. Mau cari uang jajan dan uang makan minum. Biasanya pulang rumah sampai jam 10 malam atau sampai lampu merah mati," ungkap Nita, anak dari Rita Taneo. Hal senada dikatakan Kristin (11), anak dari Paulina Baya (32), serta Mikael (14).

Menurut Nita, jika lampu merah sudah tidak berfungsi lagi maka kendaraan tidak bisa berhenti sehingga mereka sulit menjual koran. Nita dan adiknya, Feby, setiap hari menjual 10 eks koran dan jika laku terjual semua, masing-masing mereka mendapat keuntungan Rp 10.000 sampai Rp1 5.000. Sedangkan mamanya, Rita Taneo, menjual sekitar 60-an eks koran.

Menurut Nita, biasanya setiap siang, mamanya pulang ke rumah untuk memasak makanan untuk dibawah ke tempat berjualan dan bisa mereka makan bersama-sama.

"Mama bawa datang nasi, lauk, katong (kami) makan disini. Biasanya lauk tempe dan mie. Kalau malam nasi su (sudah) habis, katong beli di warung 10.000. Itu dapat dari uang persen saya," aku Nita, anak dari koki di kapal muatan penumpang (KMP) Ile Mandiri itu.

Nita, Kristin dan Mikael (14), ingin terus berjualan koran sampai cita-cita mereka tercapai. Nita ingin menjadi Tentara, Kristin ingin jadi Polwan dan Mikael ingin menjadi Polisi.

"Beta (saya) mau jadi tentara. Karena be punk (punya) kaka jadi tentara na," kata Nita yang baru bisa belajar setelah selesai bekerja dan pulang ke rumahnya.

Nita mengaku sering mendapat 'hadiah' dari pembeli karena berbagai alasan. Seperti tadi yang dialaminya, seorang pembeli membeli koran seharga  Rp 3.000 dengan memberikannya uang Rp 20.000. Dan si Pembeli hanya minta kembalian uang Rp 10.000 saja.

"Dia kasih uang Rp 20.000, dia bilang kasih pulang Rp 10.000 saja. Saya bilang tidak ada, hanya ada uang Rp 9.000, dia bilang mana Rp 9.000-nya dan beta kasih dia," kata Nita, Senin (22/5/2017) malam.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved