Sidang Perdana Dugaan Korupsi Perkara Tambak Garam dan Proyek Embung di Sabu Ditunda

Sidang perdana dalam perkara dugaan korupsi pembangunan proyek embung sebanyak 100 buah yang menggunakan dana APBD Sabu Raijua tahun 2012-2013 senilai

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Perkara Tambak Garam dan Proyek Embung di Sabu Ditunda
POS KUPANG/EDY HAYONG
Sidang perdana perkara yang melibatkan tiga pejabat di Pemkab Sabu Raijua di Pengadilan Tipikor Kupang tetapi ditunda pekan depan, Rabu (24/5/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayong

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sidang perdana dalam perkara dugaan korupsi pembangunan proyek embung sebanyak 100 buah yang menggunakan dana APBD Sabu Raijua tahun 2012-2013 senilai Rp 5 miliar dengan indikasi kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar dan dugaan korupsi proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2014- 2015 yang sumber anggaran APBD Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp 90 miliar ditunda.

Penundaan sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Kuipang karena para terdakwa dalam perkara ini tidak didampingi penasehat hukum.

Panitra Muda Tipikor Kupang, Daniel Siki, S.H, kepada Pos Kupang di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (24/5/2017) menjelaskan, sidang perdana harusnya digelar dan dipimpin Ketua majelis hakim, Edy Purnomo Santosa,SH,MH, bersama anggota, Jemmy Tanjung Utama, S.H, Ibnu Kholib, S.H dengan agenda pembacaan berkas dakwaan para terdakwa yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sabu Raijua, Lay Rohi, dalam kasus proyek 100 embung dan Nicodemus R Tari, ST, selaku PPK dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sabu Raijua, LT dalam kasus proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua.

Namun, sidang tidak bisa dilanjutkan karena para terdakwa tidak didampingi penasehat hukum. Untuk itu, sidang baru digelar pada pekan depan sambil menunggu kehadiran penasehat hukum yang sedang bertugas di luar daerah.

Untuk diketahui,tiga pejabat Pemda Sabu Raijua yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sabu Raijua, Lay Rohi, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek 100 embung dan Nicodemus R Tari, ST, selaku PPK dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sabu Raijua, LT dalam kasus proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua.

Penetapan tersangka terhadap Lay Rohi ini dalam kasus dugaan korupsi terhadap pembangunan proyek embung sebanyak 100 buah yang menggunakan dana APBD Sabu Raijua tahun 2012-2013 senilai Rp 5 miliar dengan indikasi kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Lay Rohi kemudian ditahan selama 20 hari di Rutan Klas IA Kupang untuk percepat proses penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, penyidik Kejati NTT juga sudah menahan tersangka Nicodemus R Tari, ST, selaku PPK proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua tahun 2014- 2015 yang sumber anggaran APBD Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp 90 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sabu Raijua, LT, juga sudah ditahan Kejati NTT dalam kasus proyek pembangunan Tambak Garam di Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2014, 2015, 2016 menggunakan APBD Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp 90 miliar dan diduga merugikan negara sebesar Rp 36, 5 miliar.*

Penulis: Edy Hayong
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved