PosKupang/

Korban Kekerasan Masih Takut Lapor

Ini sembilan alasan terkait dengan masalah pelaporan menyangkut human trafficking di NTT

Korban Kekerasan Masih Takut Lapor
Primus
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya 

Laporan wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, KEFAMENANU - Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan manusia sering mendapat mendapat sorotan di media massa.

Masih banyak perempuan dan anak korban kekerasan yang belum melaporkan diri ke tempat pelayanan yang tersedia.

Hal itu dikatakan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulisnya saat acara pembukaan pelatihan bagi tenaga pencatatan dan pelaporan data perdagangan orang dan kekerasan terhadapa perempuan dan anak, di Hotel Vicktory Kefamenanu, Senin (23/5/2017).

Menurut Lebu Raya, masih banyak perempuan dan anak korban kekerasan yang belum melaporkan diri ke tempat pelayanan tersedia.

Hal ini dikarenakan rasa takut, atau terancam keamanan serta masih adanya anggapan sebagai aib keluarga.

Begitu pula persoalan tindak pidana perdagangan orang yang sudah lama terjadi namun kurang mendapat perhatian banyak orang.

Sementara Kepala Dinas P3A Provinsi NTT, Dra. Bernadeta M. Usboko pada kesempatan itu mengatakan, ada Sembilan masalah terkait dengan pencatatan dan pelaporan data kekerasan terhadap perempuan dan anak,yakni:

Pertama, data korban kekerasan masih banyak yang belum terlaporkan ke UPT;

Kedua, terbatasanya kemampuan SDM dalam pengelolaan data; Ketiga, sering terjadi mutasi pejabat yang menangani perlindungan perempuan dan anak;

Keempat, data belum ter-update; Kelima, terbatasnya fasilitas pengelolaan data; Keenam, belum adanya jejaring pengelolaan data melalui website secara online; Ketujuh, belum adanya pelatihan pengelolaan data kekerasan melalui Website secara online;

Kedelapan, tidak ada alokasi anggaran yang mendukung dalam kegiatan sistem pencatatan dan pelaporan karena tidak tercantum dalam perda perlindungan anak;

Kesembilan, pemangku kepentingan belum menganggap akan arti penting data kekerasan. (*)

Penulis: Teni Jehanas
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help