Pertempuran Antiteror Bukan Pertarungan Antar-agama

Ini yang dikatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat berkunjung ke Arab Saudi

Pertempuran Antiteror Bukan Pertarungan Antar-agama
MANDEL NGAN / AFP
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz berfoto bersama Presiden AS Donald Trump dan puluhan pemimpin negara-negara Muslim antara lain Raja Jordania Abdullah dan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi.(MANDEL NGAN / AFP) 

POS KUPANG.COM, RIYADH - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan seruan untuk menghadapi "ekstremisme Islam".

Ia juga mengatakan kepada puluhan pemimpin Muslim dalam pidatonya bahwa langkah tersebut "bukan pertarungan antaragama".

"Ini pertempuran antara para penjahat barbar yang berusaha melenyapkan nyawa manusia, dan orang-orang baik dari seluruh agama yang berusaha melindunginya," kata Trump di Arab Saudi, seperti dirilis Gedung Putih.

"Ini pertempuran antara yang baik dan yang jahat," ujar Trump lagi sebagaimana dilaporkan kantor berita Agence France-Presse, Senin (22/5/2017).

Sikap keras Trump terhadap apa yang disebutnya sebagai "terorisme radikal Islam" adalah salah satu dari tema kampanyenya saat pemilu yang paling kontroversial, terutama di dunia muslim.

Dalam pidatonya di Riyadh, Trump sebaliknya mengimbau para pemimpin negara mayoritas muslim untuk mengatasi "krisis ekstremisme Islam."

"Para pemuka agama harus menegaskan, barbarisme tidak akan memberikan Anda kemuliaan... Jika Anda memilih jalan teror, hidup Anda akan hampa, hidup Anda akan singkat," ucap Trump.

"Kami ada di sini bukan untuk memberi kuliah - kami datang ke sini bukan untuk mendikte orang mengenai cara hidup... atau cara beribadah. Sebaliknya kami datang untuk menawarkan kemitraan - berdasarkan kepentingan dan nilai bersama," lanjutnya.

Trump juga akan mengajak negara-negara di Timur Tengah untuk berkontribusi dalam memerangi ekstremisme.

"AS siap untuk berdiri bersamamu... Tetapi bangsa-bangsa Timur Tengah tidak bisa hanya menunggu kekuatan AS untuk menghancurkan musuh ini," kata dia.

"Negara-negara Timur Tengah harus memutuskan bagaimana masa depan yang diinginkan untuk mereka, negara dan anak-anaknya," demikian Trump. (kompas.com)

Editor: Marsel Ali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved