PosKupang/

Tidak Mendapat Jatah Pupuk di RDKK Sejumlah Petani Ini Mengamuk

Sejumlah petani di Km 3 Kiri Mbay, Kabupaten Nagekeo-Flores 'mengamuk' lantaran tak diakomodir jatah pupuk dalam RDKK.

Tidak Mendapat Jatah Pupuk di RDKK Sejumlah Petani Ini Mengamuk
istimewa
Barang bukti berupa 20 karung pupuk subsidi jenis urea saat ditahan di Mapolsek Biboki Utara-TTU, Minggu (8/1/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG. COM, MBAY - Sejumlah petani di Km 3 Kiri Mbay, Kabupaten Nagekeo-Flores 'mengamuk' lantaran tak diakomodir jatah pupuk dalam Rencana Dokumen Kerja Kelompok (RDKK).

Yang membuat mereka kecewa, nama mereka tidak diakomodir distributor pupuk NPK Ponska dan ZA, sedangkan dalam RDKK yang ada di distributor Pupuk Urea, nama mereka terakomodir.

Padahal, RDKK di dua distributor pupuk itu disusun kelompok tani dan penyuluh yang sama.

Seorang petani  bernama Siti Murni yang ditemui di Mbay, Sabtu (20/5/2017), mengatakan, selama puluhan tahun menggeluti profesi sebagai petani lahan basah di Daerah Irigasi (D.I) Mbay Kanan, dirinya tidak pernah bermasalah dengan pupuk.

"Saya heran dalam RDKK di distributor pupuk Urea, ada nama. Namun dalam RDKK di distributor Pupuk NPK Ponska dan ZA,  nama saya tidak ada. Saya ini bukan petani baru. Puluhan tahun saya kerja sawah baru kali ini ada persoalan dengan pupuk," kata Murni.

Berbeda lagi dengan Safar Djawa. Namanya ada dalam RDKK di distributor NPK Ponska dan Za. Namun ketika hendak diambil, stok pupuk tidak ada.

Pihak distributor, kata Safar, menjawab jika jatah pupuk Musim Tanam (MT) Pertama sudah habis.

"Pertanyaan saya, jatah pupuk untuk saya, siapa yang ambil," tanya Safar.

Distributor Pupuk Ponska dan ZA di Mbay, Saidin Je, ketika dikonfirmasi di Mbay, Sabtu (20/5/2017), mengungkapkan, persoalan seperti itu sering terjadi.

Saidin mengaku bingung karena RDKK yang ada di distributor Urea dan yang ada padanya disusun penyuluh yang sama.

"Mungkin penyuluh lupa mencatat nama petani penerima pupuk. Kami juga pusing karena petani komplainnya kepada kami. Padahal, kesalahan itu ada pada penyuluh  dan kelompok. Yang lebih aneh lagi, ada petani  yang namanya ada dalam RDKK, tetapi daftar kebutuhan  tidak ada.

"Nama ada dalam RDKK,  lahan ada tapi daftar kebutuhan tidak ada. Bagi kita distributor, yang dilayani hanya mereka yang ada nama dalam RDKK dan ada daftar kebutuhan," kata Saidin Je. (*)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help