PosKupang/

Warga Desa Sebelah Wae Musur Minta Listrik

Anggota DPD RI, Andre Garu, melakukan tatap muka dengan forum masyarakat sebelah Wae Musur (Formasmur).

Warga Desa Sebelah Wae Musur Minta Listrik
POS KUPANG/ROBERT ROPO
TATAP MUKA -Anggota DPD RI, Andre Garu (tengah) sedang bertatap muka dengan Formasmur, Jumat (19/5/2017).


POS KUPANG.COM, BORONG - Anggota DPD RI, Andre Garu, melakukan tatap muka dengan forum masyarakat sebelah Wae Musur (Formasmur). Dalam tatap muka itu, Andre Garu mendengar aspirasi masyarakat.

Tatap muka berlangsung di Kali Wae Musur di ruas jalan Golo Mongkok tujuan Desa Torok Golo dan beberapa desa lainnya di sebelah Kali Wae Musur, Jumat (19/5/2017).

Hadir saat tatap muka itu Anggota DPRD Matim dari Fraksi Partai Hanura, Mensi Anam; Koordinator Formasmur, Eduardus Ejo; sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, sejumlah mahasiswa dan para sarjana dari enam wilayah desa di sebalah Kali Wae Musur serta sejumlah kepala desa.

Dalam tatap muka itu, koordinator Formasmur, Eduardus Ejo menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, terkait jalan menuju wilayah enam desa yang kini sudah tidak bisa dilalui kendaraan karena tidak ada jembatan penghubung di Kali Wae Musur.

Menurut Ejo, jalan itu meskipun belum dibangun jembatan, tapi biasanya bisa dilalui kendaraan. Namun karena adanya pembangunan bendungan untuk PLTMH Wae Musur maka transportasi lumpuh total.

"Tapi bersyukur sekarang sudah ada pembangunan cross way dan pembangunan jembatan dengan biaya Rp 7 miliar lebih. Kita akan awasi terus pembangunan ini," kata Ejo.

Kedua, investor yang mengerjakan PLTMH Wae Musur harus memberikan aliran listrik ke sejumlah wilayah desa di sebelah Wae Musur. Jika tidak ada realisasi sesuai tuntutan itu, Formasmur akan memboikot PLTMH Wae Musur. "Masa bangun PLTMH Wae Musur ini sumbernya dari wilayah kami tapi listriknya digunakan untuk wilayah Borong," tegas Ejo. Ejo menyerahkan pernyataan sikap dan tuntutan Formasmur kepada Andre Garu.

Kepala Desa (Kades) Torok Golo, Aleks Kandur, juga meminta kepada Andre Garu agar memperhatikan penderitaan warga di wilayah kedaluan Torok Golo di sebelah Wae Musur. "Kami minta Bapak Andre perhatikan penderitaan kami di kedaluan Torok Golo. Selama ini kami sangat menderita karena tidak ada jalan dan listrik," kata Kandur.

Menanggapi tuntutan warga, Andre Garu mengatakan, seharusnya masyarakat yang memiliki hak ulayat di Wae Laku sebelum pembangunan harus membuat perjanjian hitam di atas putih sehingga pihak investor juga mengetahuinya.

Ia juga mengatakan, semestinya pada awal pembangunan PLTMH Wae Musur, Pemkab Matim bersama invenstor melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat tahu. Juga mereka bisa mengetahui apa kemauan masyarakat setelah pembangunan PLTMH tersebut.

Garu juga meminta masyarakat untuk sama-sama berjuang untuk mendapatkan layanan listrik. "Kita apresiasi kepada pemerintahan Presiden Jokowi karena sesuai program kerja sampai dengan tahun 2020 semua desa di Indonesia harus menjadi desa terang. Pembangunan PLTMH Wae Musur ini juga tentu membantu kontribusi listrik itu. Mungkin setelah ini listriknya akan dialirkan ke Borong. Pembangunan ini tentu berjenjang, tergantung keuangan," kata Garu. (rob)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis_Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help