PosKupang/

Mayat Wanita Ditemukan Terapung di Dekat Pulau Semau, Ini Keluhan Korban Sebelum Ditemukan Tewas

Penemuan jenasah Elisabeth Binsasi (45) yang ditemukan terapung di perairan Pulau Semau, Sabtu (20/5/2017) pagi, membuat keluarga kaget. Keluarga semp

Mayat Wanita Ditemukan Terapung di Dekat Pulau Semau, Ini Keluhan Korban Sebelum Ditemukan Tewas
Net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Penemuan jenasah Elisabeth Binsasi (45) yang ditemukan terapung di perairan Pulau Semau, Sabtu (20/5/2017) pagi, membuat keluarga kaget. Keluarga sempat mencari ke Batu Putih karena korban pernah berkata ingin mandi di pantai.

Mendapat informasi ibunya ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia, salah satu putri almarhum bernama Kadek, langsung datang dari Yogyakarta ke Kupang. Kadek adalah putri korban yang sedang kuliah di Yogyakarta.

Pada Sabtu (20/5/2017) sore, sekitar pukul 17.30 wita, Kadek bersama keluarga almarhum mamanya, terlihat berada di IPJ RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang. Mereka ada di IPJ karena jenasah almarhum Elisabeth Binsasi disemayamkan dan disimpan di friser IPJ RSU WZ Johannes Kupang.

Kadek tampak tenang duduk diantara empat orang ibu keluarganya. Mungkin Kadek masih merenungkan dan mengingat-ingat kebersamaanya bersama sang ibu.

Sayangnya, ketika hendak ditanya wartawan, perempuan berdarah campuran Bali dan Timor ini tak bersedia bercerita atau sekedar mengungkapkan isi hatinya.

Salah seorang ibu yang mendampingi Kadek, bernama Maria A Amarato, kepada wartawan pos kupang bercerita, almarhum Elisabeth Binsasi selama ini tinggal di Bali. Suaminya orang Bali bernama Sujana. Mereka memiliki empat orang anak.

Pekan lalu, almarhum Elisabeth Binsasi datang ke Soe, Kabupaten TTS, kampung halamannya. Kedatangan almarhum untuk memberitahukan keluarga dan meminta restu bagi salah satu anaknya yang akan menikah di Denpasar Bali pada bulan Juni 2017.

Pada Kamis (18/5/2017) siang, almarhum duduk-duduk di depan rumah di Soe, Kabupaten TTS. Tapi sampai sore hari ketika keluarga mencari, almarhum tidak ada lagi di rumah.

"Keluarga kira dia ada di kamar. Tapi ketika periksa di kamar ternyata tidak ada. Cari ke mana-mana juga tidak ketemu. Waktu tanya tukang ojek yang parkir di depan jalan, kata tukang ojek, almarhum pergi naik bis Gemilang," cerita Maria A. Amarato.

Halaman
12
Penulis: maksi_marho
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help