PosKupang/

Kasus PNPM di Kelimutu Diduga Terjadi Penyimpangan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende kini melakukan penyelidikan kasus dugaan penyimpangan dana PNPM Mandiri di Kecamatan Kelimutu.

Kasus PNPM di Kelimutu Diduga Terjadi Penyimpangan
Pos Kupang/Romualdus Pius
Kajari Ende, Muji Murtopo, SH 

POS KUPANG.COM, ENDE - Setelah menetapkan pengelola PNPM Mandiri (Bukan Anggur Merah, Red) di Kecamatan Lio Timur menjadi tersangka, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende kini melakukan penyelidikan kasus dugaan penyimpangan dana PNPM Mandiri di Kecamatan Kelimutu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Muji Murtopo, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Kamis (18/5/2017).

Dikatakannya, saat ini Kejari Ende tengah menangani kasus dugaan penyimpangan dana PNPM Mandiri di Kabupaten Ende. Sudah ada dua kasus yang sedang ditangani, yakni kasus penyimpangan PNPM di Kecamatan Lio Timur yang statusnya sudah ada tersangka dan kasus penyimpangan di Kecamatan Kelimutu yang masih dalam proses penyelidikan.

Muji mengatakan, dalam kasus PNPM Mandiri di Kecamatan Kelimutu terindikasi terjadi penyimpangan dana sebesar Rp 200 juta yang dilakukan pengelola PNPM di kecamatan tersebut.

Saat ini, jelas Muji, Kejari Ende masih melakukan pemeriksaan para saksi maupun pengelola PNPM Mandiri agar bisa ditentukan status hukum dalam kasus tersebut.

Mengenai kelanjutan kasus PNPM di Kecamatan Lio Timur, Muji mengatakan, selain telah menetapkan tersangka, Kejari Ende juga akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui secara jelas apakah tersangkanya hanya satu orang atau lebih.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pembangunan (PP) 1 Bappeda Kabupaten Ende, Eman Petu mengatakan, dana yang diselewengkan di Kecamatan Lio Timur bukan dana Anggur Merah tapi dana PNPM.

Eman mengatakan, program Anggur Merah berbeda dengan PNPM Mandiri. Anggur Merah dananya dari Pemerintah Provinsi NTT, sedangkan PNPM Mandiri dari pemerintah pusat. Khusus dana Anggur Merah sejauh ini tidak ada indikasi penyelewengan. (rom)

Penulis: Romoaldus Pius
Editor: Kanis_Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help