PosKupang/

Lakalantas di Bundaran Penfui, Truk Hilang Kendali Tabrak Avansa, Lalulintas Macet

Kecelakaan maut di kawasan Bundaran Penfui tepatnya di dua jalur Penghijauan, Penfui Timur nyaris menelan korban jiwa.

Lakalantas di Bundaran Penfui, Truk Hilang Kendali Tabrak Avansa, Lalulintas Macet
POS KUPANG/EDYY HAYONG
Kecelakaan maut di kawasan Bundaran Penfui tepatnya di dua jalur Penghijauan, Penfui Timur nyaris menelan korban jiwa. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kecelakaan maut di kawasan Bundaran Penfui tepatnya di dua jalur Penghijauan, Penfui Timur nyaris menelan korban jiwa.

Pasalnya, sebuah truk DH 8216 C yang bermuatan pasir menghantam dari belakang mobil avanza DH 1355 AV yang dikemudikan Pieter Kusuma.

Mobil Avanza yang berpenumpang 5 orang itu bergerak dari arah Timur secara mengejutkan ditabrak truk yang diduga kecepatan tinggi saat menurun dari arah belakang.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa tetapi salah satu penumpang mobil avanza mengalami luka ringan karena terkena pecahan kaca mobil.

Sopir mobil Avanza, Pieter Kusuma dan yang menumpang mobil Avanza, Kepala Dinas Sosial NTT, Drs. Welem Foni, M.Si, kepada Pos Kupang ketika ditemui di lokasi kejadian, Jumat (19/5/2017) sekitar pukul 19.00 Wita mengakui kalau kejadiannya begitu cepat dan tidak pernah dibayangkan.

Menurut Pieter, mereka dari arah Timur berada pada posisi depan dari truk yang menabrak mobilnya.

Pada saat mobilnya hendak memasuki pertigaan Jalan Adi Sucipto, secara mengejutkan terdengar bunyi seperti pohon tumbang.

"Kami dalam mobil kan perhatian kedepan. Waktu itu sudah mau masuk pertigaan Jalan Adi Sucipto, mobil kami jalan agak pelan karena kendaraan dari arah Kupang ke Penfui cukup padat. Tiba-tiba kami dengar bunyi seperti pohon tumbang, dan begitu lihat ke belakang truk menghantam sisi kanan mobil kami. Untung sopir mengarahkan mobil ke sisi kanan sehingga menghantam trotoar dan pohon di sisi kanan badan jalan," kata Pieter.

Penulis: Edy Hayon
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help