PosKupang/

Aneh, Dana Desa Habis, Tapi Proyek Fisik Di Desa Lakekun Utara Tak Tuntas

Aneh, Proyek pengerjaan MCK umum tahun di Desa Lakekun Utara tahun anggaran 2016 tak tuntas dikerjakan, namun anggaran dana desa telah habis digunakan

Aneh, Dana Desa Habis, Tapi Proyek Fisik Di Desa Lakekun Utara Tak Tuntas
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak Kepala Dusun Welaus A Sedang menunjukkan batako yang sudah hancur karena tak kunjung digunakan untuk membangun MCK umum. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, BETUN --  Aneh, Proyek pengerjaan MCK umum tahun di Desa Lakekun Utara tahun anggaran 2016 tak tuntas dikerjakan, namun anggaran dana desa telah habis digunakan mantan pejabat desa, Paskalius Manek Klau. Selain MCK, proyek pengerjaan pipa air pun diduga tak sesuai RAB- nya.

Hal inilah membuat kepala dusun Welaus A, Thomas Bau dan Welaus B, Hironimus Nipu geram. Keduanya mengaku kesal dengan ulah mantan pejabat desa lakekun utara, Paskalius yang dinilai bekerja tak bejus.

" Di Dusun Welaus A ini pak, banyak pengerjaan fisik 2016 yang tak jelas. Bak penampung air dan MCK umum yang seharusnya dibangun di dusun, malah sama sekali tak dikerjakan. Belum lagi pengerjaan pipa air yang tidak sesuai RABnya. Yang seharusnya pipa besar semua, ditengah instalasi mereka pasang pipa kecil. Akibatnya air mengalir kecil sekali. Belum lagi pengerjaan jalan rabat beton yang seharusnya 145 meter, mereka kerjakan hanya 135 meter saja. Hal ini sangat merugikan kami pak," ungkap Thomas dengan nada kesal.

Ungkapan bernada kekecewaan juga diungkapkan kepala dusun Welaus B, Hironimus Nipu. Dirinya mengaku kecewa berat karena MCK umum di dusunya tak kunjung rampung dikerjakan karena kekurangan bahan bangunan. Hingga saat ini pintu MCK tersebut tak kunjung digantung. Lubang penampungan koran pun tak kunjung ditutup usai digali. Akibatnya, MCK umum tersebut hingga saat ini belum digunakan.

" Pak lihat ini mereka (mantan pejabat desa, paskalius, red) punya kerja. MCK ini kerja tidak sampai selesai. Lubang penampungan mereka tidak tutup. Akibatnya kita masyarakat ini yang dirugikan," ujarnya dengan nada tegas saat ditemui pos kupang, Jumat (19/5/2017) di rumahnya.*

Penulis: Dion Kota
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help