VIDEO

VIDEO: Apakah Kota Layak Anak di Kupang Bisa Antisipasi HIV AIDS

Dengan menjadikan Kota Kupang sebagai kota layak anak akan bisa mengantisapi penularan dan perkembangan virus HIV/AIDS di kalangan anak dan remaja.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dengan menjadikan Kota Kupang sebagai kota layak anak akan bisa mengantisapi penularan dan perkembangan virus HIV/AIDS di kalangan anak dan remaja. Saat ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan pelrindungan Anak (PPPA) telah membentuk ikon perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat di Kelurahan Bakunase dan Nunhila.

"Itu adalah program dari Kementerian Pemberdaaan Perempuan dan Perindungan Anak yang sudah dilakukan di Kota Kupang. Kami membentuk ikon perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat di Kelurahan Nunhila dan Bakunase," kata dr. Joice Kansil, Kamis (18/5/2017) pagi di Rumah Jabatan Walikota Kupang.

Menurut dr. Joice, sasaran dari program ini adalah agar hak anak-anak di wilayah itu bisa dilindungi oleh masyarakat dan pemeirntah. "Contoh saja ketika ada hak anak yang dilanggar di wilayah itu misalnya anak mendapat tindakan kekerasan, maka si anak akan langsung ditangani dan mendapat pendpaingan oleh pemerintah, oleh tim yang ada disana," kata dr Joice.

Antisipasi lain yang dilakukannya untuk mengantisipasi penularan virus HIV/AIDS terhadap 77.440 anak dan remaja usia 10-19 tahun  yakni gencar melakukan sosialisasi tentang HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi. Sosialisasi itu dilakukan di sekolah, tempat ibadah seperti gereja, mesjid. "Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan anak dan remaha di Kupang dapat mengakses informasi yang baik dan benar tentang HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi," kata dr. Joice.

Selain anak-anak, demikian dr. Joice, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada orangtua melalui tempat ibadah. "Kami berharap orangtua bisa menerapkan pola asuh yang benar terhadap anaknya, dan orangtua tidak tabu lagi membicarakan pendidikan seks dengan anak di rumah," harap dr. Joice.

Joice mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan Kota Kupang menuju kota layak anak. Dan dia optimis di tahun 2022 mendatangm Kota Kupang akan menjadi kota layak anak, dimana setiap anak dan remaja di Kota Kupang akan mendapatkan haknya. "Anak-anak itu memiliki empat hak yakni hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi. Dan Kota Kupang sudah mulai mengakomidir hak-hak anak itu," kata dr. Joice.

Untuk hak partisipasi anak, demikian dr. Joice di sejumlah kelurahan di Kota Kupang sudah mengakomodirnya. "Sudah ada embrio yang tumbuh. Saat musyawarah kelurahan, anak-anak sudah hadir untuk ikut memberikan suaranya untuk pembangunan dan suara anak itu diakomodir dalam musrenbang,"  dr. Joice.

Lbeih lanjut dr. Joice mengatakan, yang maish menjadi PR bagi Kota Kupang yakni persoalan anak jalanan, baik yang menjual koran dan menjual makanan-makanan ringan di pinggir-pinggir jalan. Nanti, secara terpadu pihak propinsi, kabupaten dan kota akan bersama menanganinya anak jalanan di Kota Kupang itu karena sudah ada Perda Anak Jalanan (Anjal).

"Nanti setiap anak jalanan akan dideteksi untuk diketahui tempat asalnya dimana. Lalu pihak propinsi akan memulangkan anak-anak itu ke orangtuanya atau ke wilayah asalnya.  Kami akan memulangkan mereka secara sremonial menyerahkan ke bupati dan ada orangtuanya juga. Ini akan menjadi bentuk tanggungjawab bupati agar bisa mencari jalan keluar terbaik buat anak tersebut di daerahnya," kata dr. Joice.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help