PosKupang/

Pelatih Persija U-19 Terpesona Saat Seleksi Pemain Muda di Atambua

Jan Saragih mengaku sudah banyak mendengar tentang potensi pemain di NTT. Untuk itu, dia bersama tim pelatih menggelar seleksi di Atambua.

Pelatih Persija U-19 Terpesona  Saat Seleksi Pemain Muda di Atambua
istimewa
Pembina sekaligus owner SSB Bintang Timur Atambua, Ir. Fary Francis dan Pelatih Persija U-19, Jan Saragih bersama asisten, di Lapangan SSB Bintang Timur Atambua, Minggu (14/5/2017) 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Pelatih Persija Jakarta U-19, Jan Saragih terpesona dengan potensi pemain muda di NTT. Meski masih alami, namun anak-anak NTT dinilai memiliki bakat yang sangat besar.

"Gayanya klemar-klemor, tapi saat kuasai bola, mereka sangat bagus. Ini yang mesti menjadi perhatian. Saya punya banyak teman asal NTT di Jakarta. Mereka selain menjadi pemain, juga menjadi staf pelatih di tim-tim besar. Sekarang saya melihat sendiri, bahwa potensi pemain NTT sangat luar bisa. Kalau kita siapkan sejak dini, saya sangat yakin NTT akan lahirkan banyak pemain," kata Saragih di sela-sela menonton laga perempatfinal Danlanud Cup 2017 antara Bante FC melawan Angkasa B di Lapangan TNI AU, Penfui, Selasa (16/5/2017).

Jan Saragih mengaku sudah banyak mendengar tentang potensi pemain di NTT. Untuk itu, dia bersama tim pelatih menggelar seleksi di Atambua.

"Setelah saya melakukan seleksi, melihat kemampuan dan kualitas pemain, ada dua pemain yang berpeluang mengikuti seleksi akhir di Persija U-19. Soal nama, masih rahasia," ujar Jan Saragih, di Resto Dapur Nekamese, Selasa malam.

Saragih menambahkan, pemain yang lolos seleksi di SSB Bintang Timur Atambua, akan diadu lagi kemampuannya dengan pemain hasil seleksi di tiga kota lainnya. Kalau mereka bagus, tentu mereka yang akan direkrut.

"Setelah seleksi di Atambua, kita akan seleksi di dua kota lagi. Hasil seleksi tiga kota ini, kita akan liat mana yang terbaik. Kalau hasil di sini yang terbaik, itu yang akan kita kontrak," tegasnya.

Saat berdiskusi dengan Komunitas Mas Gibol NTT, Jan Saragih berharap, potensi yang ada di NTT terus dikembangkan. Saragih menceritakan secara singkat bagaimana proses ia mempersiapkan dirinya sejak menjadi pemain hingga saat ini dipercaya sebagai pelatih di klub sebesar Persija Jakarta.

"Saya harus sekolah di Inggris selama dua tahun untuk dapatkan lisensi. Di sana, mana ada orang Inggris yang mau dilatih oleh orang Indonesia.

Makanya saya dituntut untuk magang dulu. Setelah magang di klub, baru saya diperbolehkan untuk mengikuti kursus. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita bahwa untuk mendapatkan pemain bagus, butuh waktu yang panjang dan harus konsisten," tegasnya. (eko)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help